kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Pasokan listrik Jawa Bali tumbuh 6,65% di kuartal I


Senin, 23 Mei 2011 / 18:53 WIB
Pasokan listrik Jawa Bali tumbuh 6,65% di kuartal I
ILUSTRASI. Selama sepekan hingga Rabu (12/8), investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 2,38 triliun.


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Konsumsi listrik Jawa Bali terus bertambah dari tahun ketahun. Direktur Indonesia Barat PLN, I Gusti Ngurah Adnyana bilang, kuartal I tahun 2011 ini, pertumbuhan konsumsi listrik Jawa Bali naik 6,65% ketimbang kuartal I tahun 2010. "Tahun ini kami perkirakan konsumsi listrik Jawa Bali bisa tumbuh 8,8%," kata I Gusti Ngurah Adnyana kepada KONTAN, Senin (23/5).

Di waktu yang sama, energi listrik dari PLTA turun dari 10% menjadi 5%. Begitupun juga dengan pembangkit gas turun dari 30% ke 20%. Penurunan pembangkit berbahan gas karena seretnya pasokan gas ke pembangkit listrik Muara Tawar turun dari 200 bbtud hanya menjadi 32 bbtud. "Penggunaan PLTA turun karena air dari waduk sangguling turun drastis. Kemudian PLTGU MUara Tawar juga kekurangan gas," kata Gusti.

Berbeda dengan penggunaan air dan gas, pembangkit bahan bakar batubara justru naik naik sebesar 9%. Pada kuartal pertama tahun lalu, penggunaan batubara sebesar 40%. Pada triwulan pertama tahun ini, penggunaan batubara naik menjadi 51%. Sementara itu, pembangkit bahan bakar minyak turun 1% dari 16% menjadi 15%. "Sejauh ini pembangkit batubara masih bisa memenuhi kebutuhan Jawa Bali. Tetapi kalau pembangkit batubara tidak bisa memenuhi terpaksa kita akan mengoperasikan pembangkit bahan bakar minyak Muara Tawar," tandas Adnyana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×