kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pefindo berikan peringkat A kepada Tiphone Mobile


Rabu, 18 Mei 2016 / 21:20 WIB


Reporter: Dina Farisah | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat A untuk PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. Peringkat ini diberikan untuk perusahaan dan untuk obligasi berkelanjutan I tahun 2015.

Christyanto Wijaya, analis PT pemeringkat Efek Indonesia mengatakan, peringkat ini layak di berikan kepada Tiphone lantaran posisi perusahaan yang kuat dalam bisnis distribusi voucher pulsa telepon seluler yang di dukung sinergi Telkom Group. Selain itu, Tiphone dinilai memiliki jaringan distribusi yang terdiversifikasi dan ekstensif. Pertimbangan lainnya adalah karena sumber pendapatan Tiphone yang stabil.

“Saat ini Tiphone menguasai 20% pangsa pasar Telkomsel. Selain itu, 70% pendapatannya berasal dari voucher pulsa telpon seluler, sehingga pendapatannya relatif stabil. Hal ini mendukung peringkat perusahaan,” ujar Christyanto, Rabu (18/5).

Namun Pefindo memberikan catatan bagi perusahaan meliputi struktur permodalan yang agresif. Pefindo juga mengingatkan Tiphone atas perlindungan arus kas yang moderat. Terakhir soal persaingan yang ketat dalam perdagangan telepon seluler. Ketiga hal tersebut berpotensi membatasi peringkat Tiphone. Ke depannya, Pefindo memberikan outlook stabil kepada Tiphone.

Outlook dapat dinaikkan apabila perusahaan dapat memperbaiki struktur permodalan secara berkelanjutan dan memperkuat posisi pasar serta kinerja keuangan perusahaan. Sebaliknya, peringkat dapat diturunkan jika pendapatan dan EBITDA perusahaan jauh di bawah proyeksi serta struktur permodalan perusahaan menjadi lebih agresif dengan rasio utang terhadap EBITDA melebihi 3 kali secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×