kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Pelemahan rupiah belum berpengaruh pada harga daging


Selasa, 24 April 2018 / 17:53 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi daging sapi impor


Reporter: Abdul Basith | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah belum berpengaruh pada harga daging sapi beku dalam waktu dekat. Kenaikan harga diprediksi baru terasa setelah melewati bulan puasa. Sementara untuk harga saat bulan puasa akan tetap stabil.

"Importir dalam memenuhi kebutuhan kebutuhan puasa sudah menyiapkan jauh sebelumnya nego dengan supplier," ujar  Afan Anugroho, Sekretaris Jenderal Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI)kepada Kontan.co.id, Selasa (24/4).

Oleh karena itu, Afan berharap pelemahan rupiah tidak terjadi dalam waktu lama agar harga daging beku impor tetap stabil.

Selain itu Afan menilai tidak seluruh jenis daging akan naik harganya. Daging impor yang akan naik adalah daging yang biasa digunakan untuk industri pengolahan.

"Pelemahan impor sedikit berdampak pada segmen industri yang digunakan untuk olahan," terang Afan.

Daging tersebut biasa digunakan untuk olahan daging seperti sosis dan bakso. Kenaikan akibat pelemahan rupiah diprediksi dapat mencapai 5%.

Sementara itu, untuk jenis daging kerbau beku tidak akan berpengaruh. Pasalnya harga daging kerbau impor di India lebih murah dibandingkan harga jual di Indonesia dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 80.000 per kilogram (kg).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×