kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pelindo Layani Arus Peti Kemas 17,7 Juta TEUs Sepanjang 2023


Minggu, 11 Februari 2024 / 07:37 WIB
Pelindo Layani Arus Peti Kemas 17,7 Juta TEUs Sepanjang 2023
ILUSTRASI. Layanan arus peti kemas Pelindo naik 3% menjadi 17,7 juta TEUs di tahun 2023


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelindo berhasil melayani arus peti kemas sebanyak 17,7 Juta TEUs sepanjang 2023. Di tengah kondisi perekonomian yang dinamis, Pelindo berhasil tumbuh 3% dibandingkan tahun 2022 (year on year/YoY). Sementara itu, arus barang tercatat 170 juta ton, meningkat 6% dari tahun sebelumnya.

Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan, seluruh kinerja operasional Pelindo makin tumbuh pada tahun 2023. Capaian ini melanjutkan tren positif pasca merger pada Oktober 2021 lalu.

Pada tahun 2023, arus kapal yang dilayani Pelindo mencapai 1,28 Miliar Gross Tonnage (GT), naik sebesar 7% dari tahun lalu. Sedangkan Arus penumpang naik signifikan sebesar 20% (yoy) atau mencapai 18,1 juta orang.

"Pengelolaan yang tersentralisasi merupakan salah satu kunci peningkatan kinerja operasional," kata Arif dalam keterangan resminya, Jumat (9/2).

Baca Juga: Pelindo Multi Terminal (SPMT) Catat Muatan Barang Curah Kering Naik 5,9% di 2023

Arif menjelaskan bahwa hal tersebut membuat Pelindo memiliki kendali strategis yang lebih baik sehingga memudahkan dalam melakukan transformasi layanan operasi end-to-end seperti menciptakan standarisasi sistem layanan operasional pelabuhan yang sebelumnya berbeda-beda antar pelabuhan.

Pelindo juga telah melakukan inovasi dengan meluncurkan berbagai aplikasi untuk memudahkan kegiatan kepelabuhanan. Aplikasi tersebut yaitu, TOS (Terminal Operating System) untuk mendukung layanan petikemas, PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose) untuk mempekuat layanan non petikemas, dan Phinnisi untuk sistem operasi layanan kapal.

“Bagi Pelindo, keberhasilan kinerja operasional tidak lepas dari standarisasi layanan dan pengelolaan manajemen yang efektif dari seluruh insan Pelindo," ujar Arif.

Ia menuturkan, paska merger, kecepatan layanan bongkar muat di sejumlah pelabuhan meningkat. Sebagai contoh di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan, jumlah bongkar muat naik lebih dari dua kali lipat dari 20 boks hingga 60 boks per kapal per jam.

Selain itu, di Terminal Peti Kemas Ambon, kecepatan bongkar muat naik hampir tiga kali lipat, dari 12 boks menjadi 35 boks dalam kondisi optimal.

Pada tahun 2024, Pelindo akan melanjutkan program transformasi di lingkungan perusahaan, sekaligus berupaya untuk meningkatkan perannya, tidak hanya sebagai maritime gateway namun juga sebagai traffic stimulator, yakni mendorong pertumbuhan lalu lintas barang melalui integrasi kawasan industri dengan pelabuhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×