kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.427.000   7.000   0,49%
  • USD/IDR 16.160
  • IDX 7.321   96,85   1,34%
  • KOMPAS100 1.149   10,13   0,89%
  • LQ45 923   12,71   1,40%
  • ISSI 219   0,62   0,28%
  • IDX30 461   6,63   1,46%
  • IDXHIDIV20 555   8,24   1,51%
  • IDX80 129   1,33   1,04%
  • IDXV30 130   1,58   1,24%
  • IDXQ30 156   2,26   1,48%

Peluang ekspor makanan dan minuman ke Spanyol masih tinggi


Minggu, 22 April 2018 / 09:55 WIB
Peluang ekspor makanan dan minuman ke Spanyol masih tinggi
ILUSTRASI. Pertumbuhan industri makanan dan minuman


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke pasar Eropa, khususnya Spanyol, masih sangat terbuka untuk ditingkatkan. Ini terbukti dari apresiasi positif yang diperoleh delegasi Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam pameran internasional dua tahunan Alimentaria dan Alimentaria Expo Halal 2018 yang berlangsung di Barcelona-Spanyol, 16-19 April lalu.

Pameran Alimentaria 2018 yang digelar di Fira de Barcelona, Gran Via, dibuka oleh Menteri Kesehatan, Layanan Sosial dan Kesetaraan Spanyol Dolors Montserrat. Pada kesempatan itu hadir pula Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Madrid Adi Priyanto, yang memfasilitasi partisipasi Indonesia di ajang Alimentaria. Paviliun Indonesia menempati stand berukuran 85 meter persegi (m²) yang berlokasi di Hall 1 F 644.

"Dukungan KBRI bagi para pengusaha Indonesia yang berani masuk ke pasar internasional juga dimaksudkan untuk mendapatkan masukan tentang perkembangan tren produk bahan makanan di pasar internasional sehingga produk makanan Indonesia bisa meningkatkan dan menyesuaikan produksinya sesuai perkembangan pasar internasional, " kata Adi, dalam rilis kepada media, Sabtu (21/4).

Adi Priyanto mengingatkan, pasar Eropa sangat sensitif terhadap produk bahan makanan. Pada Alimentaria 2018 misalnya, ia melihat perkembangan permintaan terhadap produk makanan dengan bahan dasar organik dan 'glutten free'. Sementara pada Alimentaria 2016 permintaan lebih ke produk makanan yang 'mono sodium glutamate free', atau tidak menggunakan micin. "Menjadi tugas KBRI untuk menyikapi setiap perkembangan permintaan di luar dan menyampaikannya kepada pengusaha di Indonesia, " lanjut Adi.

Bicara pasar Spanyol, Atase Perdagangan KBRI Madrid Elisa Rosma mengatakan, terdapat potensi besar dengan kekuatan sebanyak 46 juta penduduk dan lebih dari 82 juta wisatawan asing.

Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Barcelona memanfaatkan ajang Pameran Alimentaria sebagai upaya berkelanjutan untuk membuka peluang pasar produk Indonesia ke seluruh dunia, utamanya pasar Spanyol.

Khusus pasar Spanyol, lanjut Elisa, masih terbuka peluang yang sangat besar untuk produk makanan dan minuman serta kopi. "Pada 2017, Indonesia mengekspor produk makanan dan minuman serta kopi sebesar US$ 65,9 juta, naik 103% dibanding 2016 yang hanya US$ 32,4 juta," tutur Elisa.

Sementara itu, Kepala ITPC Barcelona Deden Muhammad Fajar Shiddiq mengatakan, keikutsertaan Indonesia untuk keempat kalinya dalam Pameran Alimentaria ini sangat diapresiasi oleh kalangan importir dan distributor, karena menunjukkan keseriusan Indonesia untuk menjaga rantai pasok produknya di pasar internasional. "Bersyukur, gayung bersambut. Para importir menyambut baik kehadiran 10 perusahaan Indonesia yang siap masuk ke pasar internasional, " ujarnya.

Mereka adalah Grup Dua Kelinci dengan panganan kecil dan kacang, PT Mayora dengan minuman kemasan kopi dan permen, PT Pondan Pangan Makmur dengan produk tepung olahan, serta Kopinusa dengan produk kopi gourmet, kayu manis, teh celup, gula kelapa, dan briket arang kelapa.

Ada juga PT Sosro dengan minuman kemasan teh, PT Indofood Tbk untuk produk bumbu dan mi instan, Mensa Group dengan produk minuman herbal dan makanan kesehatan, serta Coco Sugar untuk produk gula kelapa organik.

Sementara itu, di Alimentaria Halal Expo, kata Deden, Indonesia diwakili oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau. Mereka menampilkan perusahaan Panca Rasa Pratama dengan produk teh celup dan PT Peaberry Mandiri Resources dengan kopi.

Untuk edisi tahun ini, Pameran Alimentaria diselenggarakan bersama-sama dengan Hostelco, yakni Pameran Peralatan Internasional untuk Katering, Perhotelan dan Kolektiviti. Kombinasi dari kedua pameran menyatukan penawaran terlengkap lintas produk yang diikuti 4.500 perusahaan dari lebih 70 negara yang memamerkan makanan, keahlian memasak, dan profesional katering hotel di lebih dari 100.000 m² ruang pamer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Pre-IPO : Explained Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM)

[X]
×