kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.752   11,00   0,06%
  • IDX 6.502   96,10   1,50%
  • KOMPAS100 846   12,59   1,51%
  • LQ45 639   6,92   1,09%
  • ISSI 229   3,99   1,77%
  • IDX30 357   3,12   0,88%
  • IDXHIDIV20 435   3,10   0,72%
  • IDX80 96   1,38   1,45%
  • IDXV30 121   1,27   1,06%
  • IDXQ30 113   0,73   0,65%

Pembajakan Software Tinggi, Indonesia kehilangan Potensi Pendapatan US$ 544 Juta


Kamis, 18 Juni 2009 / 14:18 WIB


Reporter: Nadia Citra Surya | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tingkat pembajakan pada industri software di Indonesia masih terbilang tinggi. Berdasarkan hasil survei dari International Data Corporation (IDC) mengenai Global Software Piracy Study 2008 menyebutkan, angka pembajakan software di Indonesia naik 1% menjadi 85%.

Kenaikan tersebut tetap mendudukkan Indonesia berada di peringkat 12 dari 110 negara di dunia dengan tingkat pembajakan tertinggi. Sebetulnya, hal ini sangat merugikan. Sebab, secara keuangan, industri software Indonesia kehilangan potensi pendapatan senilai US$544 juta atau naik 32% dari tahun lalu.

Terkait hal tersebut, Business Software Alliance (BSA) Asia Pasifik menilai, Indonesia perlu memiliki kebijakan yang mewajibkan setiap produsen komputer menggunakan atau menginstal software legal pada setiap komputer yang diproduksinya. Kewajiban serupa juga diberlakukan pada setiap komputer yang diimpor ke Indonesia.

Menurut BSA Vice President and Regional Director in Asia Pacific Jeffrey Hardee, dengan kewajiban tersebut maka pemerintah Indonesia bisa lebih mudah memantau penggunaan software bajakan di Indonesia. Kebijakan khusus ini terutama ditujukan untuk menekan penggunaan software bajakan di level pengguna pribadi atau personal end users. Apalagi volume pengapalan (shipment) komputer di Indonesia tertinggi di kawasan Asia Pasifik.

“Shipment komputer Indonesia di level personal end user dan small business pada tahun lalu sangat tinggi, bahkan mengalahkan volume shipment di level medium business yang menjadi target advokasi BSA,” kata Jeffrey.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×