kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.706   -33,00   -0,19%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pemerintah Akan Melarang Ekspor CPO, Berikut Respons GIMNI dan Sinar Mas (SMAR)


Minggu, 24 April 2022 / 17:10 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah warga mengantre untuk membeli minyak goreng curah di sebuah toko sembako di kompleks pasar KlliwonTemanggung, Jawa Tengah.


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan pelarangan ekspor minyak goreng dan bahan baku minyak sawit mentah (CPO). Larangan ini akan berlaku mulai dari 28 April 2022 hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Menanggapi hal ini, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) masih enggan memberikan komentar lebih lanjut. Ketua Umum GIMNI Sahat Sinaga mengatakan, pihaknya masih belum mengetahui jenis minyak sawit dan kode harmonized system (HS) yang dilarang ekspor.

Baca Juga: Pasca Larangan Ekspor, Pemerintah Diminta Kembangkan Refinery Minyak Goreng

"Sampai sekarang kami belum tahu minyak sawit apa dan kode HS berapa yang dilarang ekspor jadi belum bisa berkomentar. Kami khawatir nanti salah konteks lagi, bisa bikin interpretasi macam-macam," tutur Sahat kepada Kontan.co.id, Minggu (24/4).

Senada, emiten perkebunan dan produk sawit, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk atau PT SMART Tbk (SMAR) enggan memberikan komentarnya.

Baca Juga: Pasca Larangan Ekspor, Pemerintah Diminta Awasi Distribusi Bahan Baku & Minyak Goreng

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×