kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Pemerintah Belum Terima Proposal Refinery Chandra Asri


Selasa, 10 Agustus 2010 / 15:30 WIB
Pemerintah Belum Terima Proposal Refinery Chandra Asri


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. PT Chandra Asri sudah menunjukkan minatnya kepada pemerintah akan ketertarikannya membangun proyek kilang minyak atau refinery. Selain menghasilkan minyak, kilang minyak ini juga diharapkan bisa menghasilkan nafta yang dibutuhkan untuk bahan baku plastik.

Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Alexander Barus membenarkan soal minat Chandra Asri untuk ikut serta dalam proyek refinery ini. "Mereka menyatakan minat, tapi secara formal belum menyampaikan proposal," kata Alex.

Alex bilang, untuk suplai minyak mentah yang akan digunakan untuk refinery Banten ini, pihaknya telah mendapat komitmen suplai minyak dari Iran. Hanya saja,"Sampai saat ini negosiasi harga minyak mentah dengan Iran masih terus dibicarakan," ujarnya.

Berdasarkan road map Kementerian Perindustrian (Kemprin), hingga tahun 2014 nanti pemerintah merencanakan untuk membangun tiga kilang minyak. Rencananya, lokasinya berada di Banten, Jawa Barat, Tuban Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

Sekretaris Perusahaan PT Chandra Asri Suhat Miyarso mengatakan, dalam jangka panjang Chandra Asri ingin melakukan integrasi bisnis ke hulu. "Supaya kita mendapat jaminan bahan baku nafta. Sebab selama ini bahan baku nafta masih diimpor," kata Suhat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×