kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pemerintah didesak segera stabilkan harga daging


Selasa, 19 Februari 2013 / 09:57 WIB
Pemerintah didesak segera stabilkan harga daging
ILUSTRASI. Anda bisa mencoba berbagai macam cara mengatasi susah tidur.


Reporter: Handoyo | Editor: Sandy Baskoro

JAKARTA. Komite Daging Sapi (KDS) Jakarta Raya mendesak pemerintah segera bertindak mengantisipasi krisis daging sapi. Selama delapan bulan
terakhir, harga daging sapi menyentuh Rp 90.000-Rp 95.000 per kilogram.

Sarman Simanjorang, Ketua KDS Jakarta menilai, sudah sewajarnya pemerintah menempuh opsi menambah kuota impor daging sapi. "Ingat, sekitar empat bulan lagi kita sudah memasuki Ramadhan, harga bisa saja melambung hingga Rp 150.000 per kg," kata Sarman, Senin (18/2).

Proses importasi sapi bakalan setidaknya butuh waktu satu bulan. Padahal untuk sapi bakalan impor masih perlu proses penggemukan selama tiga
hingga empat bulan. Dus, KDS kembali menyuarakan agar pemerintah memberlakukan harga patokan pasar (HPP) daging sapi.

Tapi Asnawi, Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) menilai sulit bila pemerintah menentukan HPP daging di tingkat pedagang. "Pedagang pasar tak punya sapi, karena 70% suplai dikuasai oleh importir," kata Asnawi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×