kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Pemerintah didesak segera stabilkan harga daging


Selasa, 19 Februari 2013 / 09:57 WIB
ILUSTRASI. Anda bisa mencoba berbagai macam cara mengatasi susah tidur.


Reporter: Handoyo | Editor: Sandy Baskoro

JAKARTA. Komite Daging Sapi (KDS) Jakarta Raya mendesak pemerintah segera bertindak mengantisipasi krisis daging sapi. Selama delapan bulan
terakhir, harga daging sapi menyentuh Rp 90.000-Rp 95.000 per kilogram.

Sarman Simanjorang, Ketua KDS Jakarta menilai, sudah sewajarnya pemerintah menempuh opsi menambah kuota impor daging sapi. "Ingat, sekitar empat bulan lagi kita sudah memasuki Ramadhan, harga bisa saja melambung hingga Rp 150.000 per kg," kata Sarman, Senin (18/2).

Proses importasi sapi bakalan setidaknya butuh waktu satu bulan. Padahal untuk sapi bakalan impor masih perlu proses penggemukan selama tiga
hingga empat bulan. Dus, KDS kembali menyuarakan agar pemerintah memberlakukan harga patokan pasar (HPP) daging sapi.

Tapi Asnawi, Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) menilai sulit bila pemerintah menentukan HPP daging di tingkat pedagang. "Pedagang pasar tak punya sapi, karena 70% suplai dikuasai oleh importir," kata Asnawi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×