kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Pemerintah harap Rusia mau bangun kawasan industri


Selasa, 23 Desember 2014 / 07:46 WIB
ILUSTRASI. Waspadai, Sering Sendawa Bisa Jadi GERD


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rencana Rusia membangun rel kereta api untuk mengangkut batu bara di Kalimantan Timur mendapat respon positif dari pemerintah. Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil berharap Rusia tidak hanya membenamkan modalnya di proyek rel kereta api.

"Saya mengatakan, intinya pemerintah akan komitmen untuk mengundang investasi apa saja, tapi tentu kita tidak menginginkan semua batu bara itu untuk diekspor. Jadi harus juga kita pikirkan, kalau bisa Rusia membangun industri sekalian," kata Sofyan, di Jakarta, Senin (22/12).

Dengan dibangunnya kawasan industri, Sofyan optimistis akan tercipta nilai tambah dari batu bara yang ada, begitu pula dengan sumber daya alam lainnya. Sayangnya, dia menambahkan, rencana Rusia untuk membangun rel kereta api di Kalimantan masih terkendala persoalan teknis antara perusahaan Russian Railways dengan pelaksana di lapangan.

Sofyan lebih lanjut berharap peningkatan kerjasama ekonomi dengan Rusia tidak hanya pada sisi investasi, melainkan juga perdagangan. Saat ini neraca perdagangan masih defisit tipis dari Rusia.

"Oleh karena itu, bagaimana kita push, kita dorong pengusaha-pengusaha Indonesia supaya lebih melakukan ekspor ke Rusia. Ini adalah kesempatan terbaik kita meningkatkan perdagangan dengan Rusia," tutur Sofyan. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×