kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Penambahan Lahan Eterindo Terkendala Cuaca


Jumat, 21 Juni 2013 / 07:00 WIB
Penambahan Lahan Eterindo Terkendala Cuaca
ILUSTRASI. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un . KCNA melalui REUTERS


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Amailia Putri

JAKARTA. Niat PT Eterindo Wahanatama Tbk untuk menambah jumlah lahan tanam sawit sebesar 7.000 hektare (ha) pupus. Cuaca yang buruk tidak memungkinkan perusahaan berkode saham ETWA ini melakukan penanaman di lahan seluas itu.

"Musim kemarau tidak normal, setelah evaluasi, kami revisi rencana kami," kata Agus Awali Iswantoro, Direktur Perkebunan Eterindo Wahanatama, Kamis (20/6). Manajmen ETWA memperkirakan, jumlah tambahan lahan tanam hanya akan sekitar 4.000 ha.

Hingga akhir 2012, total lahan teranam ETWA seluas 5.800 ha. Dari lahan tersebut, ETWA telah berhasil melakukan panen sawit perdana pada Januari sebanyak 20 ton. Perusahaan menargetkan, produksi CPO hingga akhir 2013 mencapai 900 ton. Sementara penjualan dari sawit diharapkan bisa sampai Rp 900 juta.

Selain memperluas area tanam, Eterindo juga berenacna membangun pabrik kelapa sawit (PKS). Pembangunan PKS berkapasitas 45 ton per jam ini akan dilakukan di semester II-2013.

Perusahaan perkebunan ini harus bekerja keras untuk mengejar pendapatan yang ditargetkan sebelumnya, yakni Rp 1,5 triliun. Pasalnya, bisnis utama ETWA sebagai produsen biodisel pun terpukul turunnya harga jual.

Sebagai gambaran, sepanjang 2012, harga jual rata-rata biodisel berkisar US$ 1.062 per metrik ton (MT). Namun, pada Januari-Mei 2013 harganya menjadi US$ 918 per MT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×