kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.829   1,00   0,01%
  • IDX 8.087   55,12   0,69%
  • KOMPAS100 1.139   7,16   0,63%
  • LQ45 825   3,78   0,46%
  • ISSI 287   2,97   1,05%
  • IDX30 429   2,12   0,50%
  • IDXHIDIV20 516   2,71   0,53%
  • IDX80 127   0,78   0,62%
  • IDXV30 140   1,28   0,92%
  • IDXQ30 139   0,67   0,49%

Penataan frekuensi 4G di 1.800 MHz mulai April


Rabu, 25 Maret 2015 / 10:12 WIB
Penataan frekuensi 4G di 1.800 MHz mulai April
ILUSTRASI. Logo Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke 78


Reporter: Merlinda Riska | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. April nanti, Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) segera mengeluarkan keputusan soal penataan ulang frekuensi 1.800 MegaHertz (MHz). Penataan ini untuk mendorong komersialisasi 4G long term evolution (LTE)  di frekuensi 1.800 MHz atau tahap dua. Frekuensi tahap satu di 900 MHz sudah beroperasi sejak Desember 2014.

Muhammad Budi Setiawan, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo bilang, hingga kini masih ada perdebatan penataan ulang frekuensi ini dengan operator seluler.

Soalnya, pemerintah dan operator berhati-hati untuk memutuskan cara penataan yang benar dan tidak menimbulkan gejolak.

Maklum, hingga kini mayoritas pengguna 2G di Indonesia masih memakai frekuensi 1.800 MHz. Apalagi dari total 300 juta pengguna seluler di Indonesia (ada yang punya lebih dari satu ponsel), sekitar 70% masih di jaringan 2G. Nah, bila dalam penataan frekuensi nanti bisa terjadi gangguan yang bakal mengganggu para pengguna.

Budi Setiawan memastikan pihaknya dan para operator bakal memutuskan metode penataan ulang frekuensi 1.800 MHz yang tepat pada minggu ini. Selanjutnya, pekan depan, rekomendasi metode penataan ini bakal dibawa ke Menteri Kominfo. "Harapannya, April nanti kami bisa memutuskan," katanya, Selasa (24/3).

Dua metode yang menjadi perdebatan adalah direct (langsung) atau indirect (tidak langsung). Metode langsung adalah pemindahan blok frekuensi secara bertahap per wilayah dengan cara swap (mengurangi hambatan) frekuensi serempak. Sementara, metode tidak langsung adalah pemindahan blok frekuensi bertahap per wilayah dengan cara swap frekuensi, namun tersedia kanal kosong untuk transisi. "Sebetulnya dua metode ini  bisa kolaborasi. Misal, di wilayah padat pakai indirect, daerah tidak padat pakai direct," terangnya.

Alexander Rusli, Presiden Direktur PT Indosat bilang pihaknya sepakat untuk memulai penataan dan melansir 4G LTE 1.800 MHz dari daerah luar Jawa. Soalnya, pengguna frekuensi 1.800MHz luar Jawa tidak sebanyak Jawa. "Bisa di Makassar, Sulawesi, atau Papua," kata Alex.

Ongki Kurniawan, Direktur merangkap Chief Service Management Officer PT XL Axiata Tbk juga sepakat memulai perpindahan frekuensi di luar Jawa. Namun, XL Axiata memilih untuk memulai di Bali dengan metode langsung.

XL menilai metode langsung bisa lebih cepat waktu pengerjaannya, bisa satu hari per wilayah. Sedangkan metode tidak langsung bisa memakan waktu 18 minggu atau dua minggu per wilayah.                 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×