Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bayu Buana Tbk mencatatkan penurunan kinerja keuangan pada kuartal I-2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 554,72 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini.
Merujuk laporan keuangan yang dikutip pada Kamis (7/5/2026), pendapatan BAYU turun 13,94% secara tahunan atau year on year (yoy), dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 644,61 miliar.
Segmen tiket non-keagenan masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perseroan dengan nilai Rp 401,65 miliar. Sementara itu, segmen tur menjadi penyumbang pendapatan terbesar kedua sebesar Rp 86,02 miliar.
Selain itu, BAYU juga mencatatkan pendapatan dari voucher hotel sebesar Rp 57,80 miliar. Kemudian, pendapatan dari dokumen perjalanan mencapai Rp 5,75 miliar dan pendapatan lainnya sebesar Rp 3,48 miliar.
Baca Juga: Bayu Buana (BAYU) Waspadai Tekanan Industri Pariwisata pada Tahun 2026
Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan perusahaan juga mengalami penurunan sebesar 13,88% menjadi Rp 514,35 miliar, dibandingkan Rp 597,27 miliar pada kuartal I-2025.
Meski demikian, laba kotor BAYU tetap tertekan. Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp 40,36 miliar pada kuartal I-2026, turun 14,72% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 47,33 miliar.
Dari sisi operasional, perusahaan mencatat kenaikan beban usaha. Beban usaha BAYU meningkat Rp 2,05 miliar menjadi Rp 25,61 miliar, dibandingkan Rp 24,56 miliar pada kuartal I-2025.
Alhasil, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih BAYU turun cukup dalam. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 15,50 miliar pada kuartal I-2026, merosot 32,85% dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 23,23 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













