Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ), penyedia jasa dan fasilitas perjalanan religi, merealisasikan kinerja kuartal pertama 2026 dengan pendapatan sebesar Rp 287,64 miliar, turun 11,53% dibandingkan Rp 325,13 miliar pada kuartal I-2025.
Kontribusi segmen hotel tetap mendominasi pendapatan, menyumbang 88,37% dari total pendapatan kuartal pertama, yang menegaskan kepemimpinan HAJJ dalam layanan hotel allotment di Makkah dan Madinah.
Dari sisi profitabilitas, laba kotor HAKK tercatat meningkat 55% menjadi Rp63,80 miliar, dibandingkan Rp41,03 miliar pada kuartal I-2025. Margin laba kotor juga melonjak dari 12,62% menjadi 22,18%.
Baca Juga: Samator Indo Gas (AGII) Siapkan Capex Hingga Rp 350 Miliar pada 2026
Pada level operasional, margin EBT menguat dari 9,77% menjadi 10,37% dan margin EBITDA meningkat dari 11,67% menjadi 12,11%. Pencapaian ini mencerminkan disiplin biaya yang lebih ketat, eksekusi kontrak yang lebih efisien, serta peningkatan kualitas laba yang konsisten pada basis pendapatan yang lebih ramping.
Direktur Utama Arsy Buana Travelindo, Saipul Bahri, menyampaikan bahwa kinerja kuartal I 2026 menegaskan keberhasilan strategi perusahaan dalam meningkatkan kualitas laba di tengah persaingan industri perjalanan religi yang semakin ketat.
"Fokus pada segmen hotel dan disiplin biaya telah memperkuat posisi kami di pasar. Meski pendapatan disesuaikan dengan ritme eksekusi kontrak di awal tahun, profitabilitas kami justru meningkat secara substansial, ini bukti bahwa strategi kami mampu memberikan dampak langsung terhadap kualitas laba," ujar Saipul, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga: Laba Melejit 353% pada Kuartal I, Begini Target & Strategi Samator (AGII) di 2026
Menanggapi dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, manajemen HAJJ menegaskan bahwa perusahaan secara aktif memantau perkembangan situasi sambil tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dan keselamatan jemaah.
“Manajemen akan terus berkoordinasi erat dengan mitra dan otoritas terkait untuk memastikan seluruh layanan Haji dan Umrah berjalan dengan aman dan lancar,” tambahnya.
Direktur Keuangan Arsy Buana Travelindo, Agung Prabowo,menambahkan bahwa hasil kinerja periode ini mencerminkan kualitas pertumbuhan yang sehat. Struktur biaya yang lebih ramping dan alokasi sumber daya yang tepat menjadi landasan penting bagi keberlanjutan kinerja ke depan.
"Kinerja kuartal I 2026 memperlihatkan efektivitas strategi kami dalam meningkatkan profitabilitas, dengan ekspansi margin yang konsisten di seluruh lini. Di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah yang kami pantau masih manageable dan terkendali,” paparnya.
Ke depan, HAJJ tetap optimistis dapat mempertahankan momentum peningkatan kualitas laba sepanjang 2026 dan memperkuat posisi sebagai penyedia layanan perjalanan religi yang terintegrasi dan terpercaya.
Di tengah penurunan pendapatan tersebut, laba periode berjalan HAJJ terpantau sebesar Rp 22,08 miliar, menurun dari sebelumnya Rp 26,84 miliar di tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












