kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pendapatan Lautan Luas (LTLS) Naik 6,63% Jadi Rp2,25 Triliun, Ini Faktor Pendorongnya


Kamis, 07 Mei 2026 / 15:46 WIB
Pendapatan Lautan Luas (LTLS) Naik 6,63% Jadi Rp2,25 Triliun, Ini Faktor Pendorongnya
ILUSTRASI. PT Lautan Luas Tbk (LTLS) membukukan pendapatan senilai Rp 2,25 triliun pada kuartal I-2026. Pendapatan LTLS meningkat 6,63% secara yoy (Dok/LTLS)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Lautan Luas Tbk (LTLS) membukukan pendapatan senilai Rp 2,25 triliun pada kuartal I-2026. Pendapatan LTLS meningkat 6,63% secara year on year (yoy) dibandingkan capaian Rp 2,11 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dalam periode tiga bulan pertama 2026, beban pokok pendapatan LTLS naik 3,91% (yoy) menjadi Rp 1,86 triliun. Hasil ini mendongkrak perolehan laba kotor LTLS sebanyak 20,10% (yoy) dari Rp 322,53 miliar menjadi Rp 387,39 miliar.

Head of Investor Relations, Corporate Communications, Environmental, Social & Governance (ESG) Lautan Luas, Eurike Hadijaya mengungkapkan bahwa pertumbuhan pendapatan dan laba kotor LTLS didorong oleh perbaikan margin di seluruh lini bisnis. Terutama pada sektor food ingredients dan chemicals, yang mencerminkan kemampuan LTLS dalam mengoptimalkan portofolio produk dan layanan.

"Kinerja operasional yang solid pada kuartal pertama 2026 mencerminkan konsistensi Perseroan sebagai penyedia bahan baku dan solusi terintegrasi dalam menghadirkan produk dan solusi bernilai tambah di berbagai sektor strategis," kata Eurike dalam keterangan yang diberikan kepada Kontan.co.id, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga: Aturan Potongan Ojol 8%, inDrive Terapkan Komisi Rendah di Maksimal 12%

Hanya saja, beban usaha LTLS naik 15,18% (yoy) menjadi Rp 289,65 miliar. Pada saat yang sama, pendapatan operasi lain LTLS menyusut 86,39% (yoy) menjadi Rp 5,62 miliar. Hasil ini memangkas laba usaha LTLS sebanyak 6,25% (yoy) dari Rp 109,81 miliar menjadi Rp 102,94 miliar.

LTLS pun membukukan laba periode berjalan sebesar Rp 46,80 miliar hingga Maret 2026. Angka ini mengalami penurunan 5,30% dibandingkan raihan Rp 49,42 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Secara bottom line, LTLS meraih laba bersih sebesar Rp 37,41 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini menyusut 4,24% dibandingkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal I-2025, yang kala itu tercatat sebesar Rp 39,07 miliar.

Eurike menjelaskan, penurunan laba bersih LTLS terutama disebabkan oleh adanya keuntungan non-berulang (one-off gain) pada kuartal pertama 2025 serta peningkatan beban penjualan. Meski begitu, Eurike menekankan bahwa kinerja LTLS pada kuartal I-2026 menunjukkan kondisi operasional yang tetap terjaga.

Eurike menyoroti arus kas dari aktivitas operasi LTLS yang melonjak 228,46% (yoy) menjadi Rp 233,7 miliar. Menurut Eurike, hal ini menunjukkan pengelolaan modal kerja yang semakin efisien serta kualitas pendapatan yang lebih baik.

Selain itu, LTLS mencatatkan penurunan tingkat utang seiring dilakukannya pembayaran kembali (repayment) atas fasilitas pinjaman. Ke depan, Eurike menyatakan LTLS akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, pengembangan portofolio produk bernilai tambah, serta optimalisasi jaringan distribusi guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Target Kinerja & Capex 2026

Eurike optimistis LTLS akan mampu menjaga pertumbuhan kinerja di sisa tahun 2026. Emiten yang bergerak di bisnis manufaktur, distribusi bahan kimia, serta layanan pendukung dan jasa ini mengejar target pertumbuhan pendapatan sekitar 8% - 10% dibandingkan tahun lalu.

Sementara pada sisi profitabilitas, LTLS berupaya mencapai level laba bersih dengan kisaran 2,3% - 2,5% dari total pendapatan. Guna mencapai target tersebut, rencana ekspansi dan pengembangan bisnis LTLS antara lain mencakup segmen bahan makanan (food ingredients) dan pengolahan air.

 

LTLS berencana memperluas lini bisnis food ingredients dengan meluncurkan produk-produk baru yang khusus menyasar segmen hotel, restoran, dan kafe (horeca) sebagai upaya memenuhi permintaan pasar yang semakin berkembang di sektor terkait.

Di sisi lain, LTLS melalui anak usahanya berkomitmen untuk memperkuat kapabilitas serta memperluas jaringan layanan di bidang Engineering, Procurement, and Construction (EPC), serta Operation, Maintenance, and Monitoring (O&M) untuk sistem pengolahan air.

Sedangkan untuk segmen bahan kimia, LTLS akan memfokuskan pengembangan pada produk-produk specialty chemicals yang memiliki nilai tambah tinggi. Produk-produk ini tidak hanya memberikan margin yang lebih baik, tetapi juga memperkuat posisi LTLS di pasar melalui solusi yang lebih spesifik dan sesuai dengan kebutuhan industri pelanggan.

Guna mendukung strategi tersebut, LTLS menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 500 miliar. Capex tahun ini akan digunakan untuk pengembangan fasilitas manufaktur pada food ingredients, peremajaan gudang dan mesin, penambahan kendaraan logistik, serta pembangunan gedung baru untuk bisnis water treatment chemicals.

Eurike mengatakan bahwa LTLS bakal memacu realisasi capex pada periode paruh kedua 2026. Sementara pada kuartal I-2026, LTLS baru menyerap capex sekitar 10% dari total anggaran.

"Alokasinya sebagian besar digunakan untuk pengembangan bisnis di industri food ingredients dan logistik, termasuk rejuvenation beberapa production facility," tandas Eurike.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×