kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.304   -4,00   -0,02%
  • IDX 7.153   -225,75   -3,06%
  • KOMPAS100 970   -34,57   -3,44%
  • LQ45 691   -24,54   -3,43%
  • ISSI 260   -7,61   -2,84%
  • IDX30 382   -10,82   -2,75%
  • IDXHIDIV20 471   -11,55   -2,39%
  • IDX80 108   -3,85   -3,43%
  • IDXV30 137   -2,91   -2,08%
  • IDXQ30 122   -3,28   -2,61%

Pendapatan Sumber Tani Agung(STAA) Naik 49,2% Jadi Rp 2,48 triliun per Kuartal I-2026


Jumat, 24 April 2026 / 11:19 WIB
Pendapatan Sumber Tani Agung(STAA) Naik 49,2% Jadi Rp 2,48 triliun per Kuartal I-2026
ILUSTRASI. PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) (Dok/STAA)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA), perusahaan kelapa sawit terintegrasi asal Medan, mencatatkan kinerja yang solid pada kuartal pertama 2026 di tengah dinamika operasional. 

Merujuk siaran pers yang diterima Jumat (24/4/2026), STAA membukukan pendapatan sebesar Rp 2,48 triliun per kuartal I-2026, meningkat 49,2% secara tahunan (yoy) dari sebelumnya Rp 1,66 triliun pada kuartal I-2025.

Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi penuh dari fasilitas refinery yang mulai beroperasi sejak pertengahan tahun lalu. 

Sementara laba kotor tercatat meningkat 28,5% menjadi Rp 737,37 miliar, dengan perolehan margin sebesar 29,7%. Hal ini mencerminkan perubahan komposisi produk serta dinamika harga. 

Dari sisi operasional, total produksi Tandan Buah Segar (TBS) mencapai 221.421 ton sepanjang kuartal I-2026, menurun 7,7%. Penurunan ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang kurang kondusif selama periode berjalan. 

Baca Juga: Pendapatan Sumber Tani Agung (STAA) Melonjak 48,5% per Kuartal III-2025

Meskipun demikian, Perseroan mencatatkan peningkatan efisiensi melalui perbaikan tingkat ekstraksi, dengan CPO extraction rate meningkat menjadi 22,4%.

Kevin Wijaya, Head of Investor Relations STAA, mengatakan sejalan dengan penguatan fundamental bisnis, STAA secara resmi telah bergabung sebagai anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). 

Keanggotaan ini merupakan langkah lanjutan dalam formalisasi standar operasional Perseroan yang telah mengacu pada praktik dan standar internasional.

Perseroan juga tengah menjalankan proses sertifikasi RSPO di seluruh unit operasional, di mana dua entitas operasional telah memperoleh sertifikasi. 

“Ke depan, STAA akan terus melanjutkan proses sertifikasi serta meningkatkan standar operasional secara berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung daya saing produk ekspor Perseroan serta semakin memperkuat posisi STAA di pasar internasional,” ujar Kevin, dalam keterangannya. 

Baca Juga: Industri Sawit Tekankan Peran Strategis, Nilai Ekonomi Hilir Capai Rp750 Triliun

Sejalan dengan strategi hilirisasi dan penguatan infrastruktur terintegrasi, STAA akan terus meningkatkan kualitas operasional di seluruh lini usaha, termasuk dalam praktik agronomi, efisiensi produksi, serta pengelolaan lingkungan dan sosial. 

Dengan fondasi bisnis yang kuat serta arah strategis yang semakin terintegrasi antara pertumbuhan dan keberlanjutan, STAA optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus memberikan kontribusi positif bagi industri kelapa sawit nasional dan global.

Dari sisi bottom line, STAA terpantau membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 293,70 miliar. Lebih rendah dari posisi Rp 304,70 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Sawit Indonesia Makin Kompetitif di Pasar Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×