Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencetak pendapatan usaha sebesar Rp 1,08 triliun hingga kuartal III-2026. Pendapatan tersebut menurun 7,79% dibandingkan pendapatan pada kuartal III-2025 yang senilai Rp 1,16 triliun.
Jika diperinci, kinerja WSBP berasal dari kontribusi tiga lini bisnis utama, yaitu beton precast sebesar Rp 418,92 miliar atau 38,8%, jasa konstruksi sebesar Rp 389,16 miliar atau 36,1%, serta readymix & auarry sebesar Rp 269,52 miliar atau 25%.
Sejumlah proyek yang dikerjakan Waskita Beton Precast tersebar di berbagai wilayah Indonesia, antara lain suplai produk beton untuk Proyek New Priok Eastern Access (NPEA) Seksi 2, Proyek Tangguh UCC Onshore, Proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A Tahap 3 Paket 1 dan 2, Proyek Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, dan berbagai proyek lainnya.
Baca Juga: Waskita Beton (WSBP) Gaet Perusahaan China & Adhi Industri, Pakai Pabrik Cibitung
Selain itu, Waskita Beton Precast juga tengah menyelesaikan pembangunan konstruksi untuk Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (L-SSIT) Universitas Udayana dan Pembangunan Laboratorium Terpadu Universitas Khairun.
Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast Fandy Dewanto menyampaikan, perusahaan terus berkomitmen untuk mengedepankan kualitas produk, ketepatan waktu pelaksanaan, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja.
“Dalam menjalankan kegiatan usaha, kami terus mencermati kebutuhan operasional dan penggunaan sumber daya agar setiap langkah yang diambil selaras dengan kondisi perusahaan,” ungkap Fandy, dalam keterangannya, Rabu (14/10).
Ia menegaskan, fokus perusahaan adalah memastikan pekerjaan yang berjalan dapat ditangani dengan baik, sekaligus menjaga efektivitas pengelolaan biaya sebagai bagian dari upaya memperkuat usaha ke depan,.
Di sisi efisiensi, WSBP terus melakukan pengendalian biaya untuk menjaga efektivitas pengelolaan usaha.
Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, biaya penjualan turun sebesar Rp64,38 miliar atau 9,8%, sementara biaya umum dan administrasi menurun sebesar Rp237,79 miliar atau 13,1%. Biaya non-contributing plant juga mengalami penurunan sebesar Rp6,57 miliar atau 65,6% YoY.
Namun pada saat yang sama, rugi bersih periode berjalan perusahaan terpantau membengkak ke angka Rp 410,77 miliar, dari semula Rp 324,21 miliar di posisi yang sama pada sebelumnya.
Baca Juga: Progres Capai 92%, WSBP Targetkan Gedung Kesehatan POLTERA Rampung Akhir Agustus 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














