kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pengembang PLTU Mulut Tambang ditunjuk langsung


Rabu, 22 Februari 2017 / 19:56 WIB


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana tidak akan melelang Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU Mulut Tambang. Melainkan, akan melakukan penunjukan langsung bagi pengembang yang sudah siap membangun.

Penunjukan langsung untuk mulut tambang itu masuk ke dalam revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017-2026 yang diperkirakan selesai pada pekan depan.

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir mengatakan, saat ini, potensi listrik dari batubara mulut tambang yang ada di Sumatra dan Kalimantan di atas 5.000 Megawatt (MW). Tidak mau menyia-nyiakan itu, maka PLN bisa melakukan penugasan langsung supaya potensi tersebut bisa dimaksimalkan.

“Mulut tambang potensinya besar untuk Sumatra dan Kalimantan di atas 5.000 MW totalnya, dan mulut tambang juga bisa dengan menunjuk dan bisa dengan penugasan,“ katanya di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (22/2).

Seperti diketahui, saat ini, PT Bukit Asam (PTBA) menjadi pengelola PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 dengan kapasitas 2 x 620 MW. Dan, rencananya pada tahun ini, PLN juga akan melelang PLTU Mulut Tambang Sumsel 9 dan Sumel 10. Rinciannya, PLTU Sumsel 9 berkapasitas 2 x 600 MW, sementara PLTU Sumsel 10 kapasitasnya 1 x 600 MW.

Sofyan bilang, dalam revisi RUPTL nanti, juga akan ada perubahan jumlah PLTU Mulut Tambang. Sayangnya, ia enggan menjelaskan lebih detil terkait dengan perubahan itu.

“Mudah-mudahan dalam minggu depan (RUPTL) selesai, sudah diajukan poin yang direvisi. hampir sedikit sekali (yang direvisi), seperti mungkin ada beberapa pembangkit yang tidak mulut tambang jadi mulut tambang,“ katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×