kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Pengguna kartu elektronik di jalan tol capai 92%


Senin, 30 Oktober 2017 / 17:44 WIB


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penggunaan kartu elektronik di seluruh jalan tol pada 31 Oktober 2017 menjadi pendorong utama dari Gerakan Nasional Non tunai. Penetrasi elektronifikasi ini sudah mencapai 92% hingga 27 Oktober 2017.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, dari 92% pengguna kartu elektronik tersebut dengan rata-rata pengguna di setiap kluster yakni Jabodetabek sebesar 95%, Non Jabodetabek 88%, dan Luar Jawa (Belmera, Makassar, Bali) 77%.

Elektronifikasi jalan tol menjadi tumpuan untuk menggerakkan masyarakat ramai-ramai memanfaatkan transaksi non tunai. "Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol," ujarnya dalam Forum Merdeka Barat (FMB)9 dengan tema “Implementasi E-Toll, Mempermudah atau Mempersulit?” yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika di Galeri Nasional Indonesia di Jakarta, Senin (30/10).

Dengan kartu elektronik diharapkan membuat pengguna jalan tol aman, akurat, praktis dan lebih cepat. "Tapping dengan kartu kurang dari tiga detik kalau dengan tunai bisa lebih dari detik detik. Apalagi jika ada kembalian uang," jelas Herry. Dari sisi operator, bakal terjadi efisiensi dalam biaya operasi gerbang tol, cost handling, risiko uang palsu, dan tidak perlu menyiapkan uang kembalian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×