kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Penjualan produk mamin diperkirakan naik 30% saat Natal


Minggu, 11 Desember 2011 / 17:45 WIB
ILUSTRASI. Penumpang berada di dalam Kereta Api (KA) Ranggajati jurusan Cirebon-Purwokerto-Banyuwangi saat arus balik Libur Natal di Stasiun KA Madiun, Jawa Timur, Minggu (27/12/2020). ANTARA FOTO/Siswowidodo/pras.


Reporter: Sofyan Nur Hidayat | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Perayaan Natal dan Tahun Baru 2011 bakal mendongkrak penjualan pada produk makanan dan minuman. Gabungan Pengusaha Makanan
dan Minuman Indonesia (Gapmmi) memperkirakan, penjualan akan meningkat berkisar 20% hingga 30% dibanding bulan sebelumnya.

Ketua Umum Gapmmi, Adhi S Lukman mengatakan, peningkatan penjualan produk makanan dan minuman selama Natal dan Tahun Baru terutama
terjadi pada beberapa produk seperti biskuit, cokelat, permen dan sirup. "Untuk perayaan Natal biasanya tidak terlalu terjadi gejolak permintaan dan kenaikan harga," kata Adhi, Minggu (11/12).

Kenaikan pada perayaan Natal juga tidak sebesar kenaikan pada Lebaran Idul Fitri. Pada saat Lebaran, Adhi menyebut, kenaikan penjualan makanan dan minuman bisa mencapai 150% dari penjualan normal. Bahkan, untuk produk tertentu seperti biskuit dan sirup, kenaikan penjualan bisa mencapai 300%.

Meski demikian, produsen telah menyiapkan peningkatan produksi sejak satu bulan sebelumnya untuk perayaan Natal. Sejak November, produk makanan jadi juga sudah didistribusikan ke daerah-daerah. Sementara untuk makanan segar sangat tergantung pada distribusi di hari raya. Maklum, makanan segar tidak bisa disimpan lama.

Sementara itu, Gapmmi memperkirakan omzet produk makanan dan minuman nasional sepanjang tahun ini mencapai Rp 690 triliun, atau tumbuh 13% dibandingkan tahun 2010.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×