kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.197
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS624.167 0,32%

Penurunan SKT diperkirakan akan menambah jumlah pengangguran

Selasa, 07 Agustus 2018 / 22:45 WIB

Penurunan SKT diperkirakan akan menambah jumlah pengangguran
ILUSTRASI. INDUSTRI ROKOK - BURUH LINTING



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Bambang Haryo Soekartono, mengatakan, penurunan pada industri Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang terjadi saat ini akan mengakibatkan pengangguran yang besar. Hal ini disampaikannya pada saat peninjauan salah satu pabrik SKT di Surabaya. Menurutnya penurnan ini, akan berakibat pada berkurangnya buruh di industri SKT

"SKT ini di 2018, sudah turun dibanding 2017, ada 5% kurang lebih, Nah ini berarti 5% dari jumlah pelinting ini pasti akan PHK, terus siapa yang mau menerima buruh ter-PHK,” ujar Bambang dikutip dari siaran pers. Selasa (7/8).

Selain itu, ia juga menyayangkan bila sampai ada lagi pengurangan buruh yang ada di industri SKT. Mengingat para buruh SKT tersebut telah membawa multiplier effect bagi ekonomi daerah.

“Buruh-buruh ini juga membawa dampak ekonomi disekitar pabrik-pabrik itu sendiri. Ini dampak ekonomi mulai dari kost-kostan, tempat jual makanan, dan lain-lain. Pergerakan ekonomi pun hidup,” kata bambang.

Selanjutnya, Bambang Haryo menegaskan bahwa pemerintah perlu untuk memberikan berbagai insentif bagi industri SKT. Seperti dengan tidak menaikkan cukai rokok kembali. “Cukai rokok tidak perlu dinaikkan lagi, itu sudah yang terbesar. Karena jumlah total pajak cukai, PPN, dan pajak daerah, itu totalnya sudah mendekati 70% dari total harga rokok itu sendiri,” tegasnya.

Menurutnya kenaikkan cukai akan berdampak pada penurunan pendapatan negara dari pajak yang didapat dari rokok tersebut. “Pendapatan cukai rokok adalah terbesar peringkat tiga dibanding pendapatan negara, dan masuk dalam 15% dari APBN kita. Jadi jangan sampai ini terganggu kondisinya sehingga akhirnya masyarakat yang dirugikan."

Sebelumnya Sudarto Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman (FSP RTMM SPSI) mengatakan pekerja SKT pada umumnya pekerja SKT adalah perempuan dengan pendidikan rendah. Mereka yang ter-PHK tidak dapat bisa bersaing dengan tenaga kerja lainnya jika ada kesempatan kerja.

Reporter: Patricius Dewo
Editor: Agung Jatmiko

INDUSTRI ROKOK

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0723 || diagnostic_web = 0.3755

Close [X]
×