kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45713,17   19,32   2.78%
  • EMAS908.000 -0,11%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.39%

Perang dagang AS-Tiongkok bisa naikkan ekspor furnitur Indonesia


Minggu, 24 Februari 2019 / 20:37 WIB
Perang dagang AS-Tiongkok bisa naikkan ekspor furnitur Indonesia

Reporter: Lita Febriani | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Indonesia Furniture Promotions Forum (IFPF) menargetkan pertumbuhan ekspor furnitur pada tahun ini dikisaran 10%-15%. Adapun total ekspor furnitur pada tahun lalu US$ 1,8 miliar.

Perang dagang AS-Tiongkok justru berdampak positif terhadap ekspor furnitur Indonesia. Salah satu perusahaan yang bergerak dibidang furnitur PT Chitose International Tbk (CINT) pun memandang pasar ekspor tahun ini bagus.


"Prospek ekspor furnitur tahun 2019 bagi Chitose cukup bagus. Dengan coverage area buyer utama kita di Jepang. Baik produk-produk Chitose existing maupun projek kerjasama dengan perusahaan Jepang," tutur Sekretaris Perusahaan PT Chitose Internasional Helina Widayani saat dihubungi Kontan.co.id, Jakarta, Jumat (22/2).

CINT melihat serapan pasar ekspor akan bertambah dan semakin bagus. Kuncinya aktif berkomunikasi dengan pihak klien dan melakukan penetrasi yang pas ke dalam pasar tersebut. Selain itu sudah ada beberapa order sudah menyatakan sepakat.

"Dan selain itu produk C pro kita juga mulai dipasarkan ke wilayah Jepang dan ASEAN. Ada beberapa order yg sudah deal, kita sedang persiapan juga. Melihat hal ini peluang serapan pasar luar negeri cukup bagus. Tinggal kita harus lebih aktif dalam komunikasi dan masuk dalam market tersebut," tambah Helina.

Rencananya tahun ini Chitose akan memperluas pasar hingga Australia. Langkah ini diambil sebagai upaya memaksimalkan pasar ekspor yang tengah digarap. Sementara produk CINT yang diminati pasar ekspor ialah produk Hotel Banquet Restorant (HBR). "Pasar ekspor relatif kecil dari sisi persentase. Mudah-mudahan tahun 2019 ini bisa kita garap pasar ekspor lebih maksimal lagi," terangnya.

Penjualan domestik masih mendominasi bisnis CINT sekitar 95% dari total pendapatan bersih atau Rp 252 miliar pada kuartal III tahun 2018. Pasar lokal tersebut tumbuh tipis 0,8% dibanding tahun sebelumnya.

Tantangan yang dihadapi Perseroan dalam memasarkan produknya keluar negeri ialah menentukan strategi yang pas untuk masuk ke pasar di tiap negara. Membangun kepercayaan klien dengan kualitas produk yang dimiliki Perseroan dan tantangan adanya kompetitor lain.

Direktur Keuangan PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) Wang Sutrisno mengatakan target ekspor Perseroan tahun ini mencapai 70%. Rencananya Perseroan juga akan memperlebar pasar ekspor di Amerika sekitar 60%.

Selain memperlebar pasar di AS, WOOD juga tengah berupaya memperluas pangsa pasar dengan menambah negara tujuan ekspor. "Perseroan tahun ini berencana jajaki pasar Eropa, Timur Tengah dan negara-negara ASEAN," ungkapnya kepada Kontan.co.id.

WOOD juga melakukan penambahan kapasitas produksi untuk produk mebel dari kayu rotan dengan kapasitas sebesar 4,950 m3 per tahun dan gesso sebesar 132,000 m3 per tahun.

Sebelumnya kapasitas terpasang wood rattan sekitar 6,125 m3 per tahun dan gesso sekitar 64,500 m3 per tahun. Lokasi pabrik baru ini akan berada di Sidoarjo, Jawa Timur. "Kuartal II 2019 WOOD akan meluncurkan produk baru yakni wooden blind, produk tersebut akan menyasar pasar Amerika Serikat," jelas Wang.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×