kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Perbaikan jaringan irigasi baru 18,58%


Rabu, 08 April 2015 / 11:20 WIB
ILUSTRASI. INFORMA Electronics hadirkan penawaran spesial untuk produk elektronik berkualitas dari berbagai merek ternama seperti KELS, LG, Samsung, Sharp, Sony & Phillips dalam program Brand Festival dengan diskon hingga 50% selama periode hingga 8 Oktober2023.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Program perbaikan irigasi yang dicanangkan Kementerian Pertanian (Kemtan) yang bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) sampai Maret 2015 realisasinya baru mencapai 18,58%. Padahal dana kegiatan pengembangan jaringan irigasi tersier (PJI) tahun 2015 itu sudah cair sebesar 53,9%.

Padahal, tahun ini, kegiatan PJI seluruh Indonesia ditargetkan mampu memperbaiki lahan dengan total luas 2,6 juta hektare (ha). Pemerintah membagi dalam dua anggaran untuk perbaikan PIJ. Pertama, dana APBN Refocusing seluas 1,5 juta ha dan sisanya 1,1 juta ha melalui mekanisme bantuan sosial.

Nah, sampai 27 Maret 2015 lalu realisasi transfer dana kegiatan PJI yang bersumber dari APBN refocusing telah mencapai 53,92% atau seluas 808.790 hektare, sisanya dalam proses. Namun realisasi fisiknya ternyata baru 18,5%. Kemtan berjanji pada April atau Mei pelaksanaan fisiknya selesai.

Sebelumnya, Gatot Irianto, Direktorat Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kemtan mengatakan, akan terus berkoordinasi dengan Kemenpupera agar perbaikan memenuhi target. "Kami upayakan sebelum memasuki masa tanam perbaikan irigasi terus dilakukan," kata Gatot belum lama ini.

Sebagai informasi, perbaikan jaringan irigasi primer dan sekunder yang dilakukan Kemenpupera seluas 404.000 ha. Sementara pengembangan jaringan irigasi primer dan sekunder seluas 220.000 ha. Tahun depan, Kemenpupera akan membangun saluran induk dan sekunder Waduk Rajui di Kabupaten Pidie sepanjang 8 km.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×