kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.964
  • EMAS714.000 1,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Perhutani optimistis kinerja tahun ini bisa tumbuh 9%


Selasa, 09 Juli 2019 / 16:33 WIB

Perhutani optimistis kinerja tahun ini bisa tumbuh 9%
ILUSTRASI.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Perhutani optimistis kinerja perusahaan tahun ini akan tumbuh. Tahun lalu, perusahaan mencatatkan pertumbuhan signifikan dari sisi penjualan naik 21% dari Rp 3,62 triliun menjadi Rp 4,38 triliun. Selain itu, laba bersih juga tumbuh sebesar 49% dari 437,67 miliar menjadi Rp 653,98 miliar.

Denaldy Mulino Mauna, Direktur Utama Perhutani menjelaskan tahun ini iklim politik dan cuaca memang sedikit menghambat produksi perusahaan. Namun perusahaan akan mengejar pertumbuhan signifikan di semester II tahun ini untuk mencapai target. "Kami targetkan kurang lebih 8%-9% pertumbuhan ketimbang tahun lalu," ujarnya di Jakarta, Selasa (9/7).

Baca Juga: Peternak berharap harga ayam naik ke level referensi Kemendag

Sampai semester I, dirinya menjelaskan perolehan target laba sudah mendekati 50%. Selain dari pendapatan Gondorukem-Terpentin, Kayu Jati, Eco Wisata, perusahaan juga mulai menjamah bisnis biomassa pada tahun ini sebagai sumber pendapatan baru.

Sebenarnya perusahaan sendiri telah merintis biomassa dengan melakukan pilot project pada tahun 2013 silam di Semarang, Sukabumi, Kediri dan lainnya. Lahan seluas 2000 ha ditanami tanaman Gamal dan 3.800 ha ditanami Kaliandra Merah.

Baca Juga: Ini yang dilakukan Kemendag untuk naikkan harga ayam

"Bisnis proses bisa dipersingkat untuk bisa kompetitif, itu menurut saya yang mesti kami sentuh. Tahun ini bisa lebih baik (dengan biomassa) kalau saat ini, secara total ada gap antara supply dan demand biomassa hampir US$ 17 juta," lanjutnya.

Asal tahu saja, tanaman biomassa hanya bisa dipanen setiap umur 2 tahun selama daur 15 tahun. Selain itu potensi pendapatan kayu biomassa bisa mencapai Rp 60 juta per hektare dan bila diolah menjadi wood pallet bisa mencapai Rp 180 juta per hektare.


Reporter: Andy Dwijayanto
Editor: Tendi
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0908 || diagnostic_web = 0.4484

Close [X]
×