kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Perjanjian IA-CEPA bisa dorong impor gandum hingga 7%


Rabu, 05 September 2018 / 19:19 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi impor Gandum


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Teken kerja sama Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) berpotensi dorong impor gandum Australia ke Indonesia naik jadi 6%-7%.

Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Ratna Sari Lopis menyatakan, perjanjian ini berpotensi menaikkan impor gandum. "Tren kenaikan biasanya 6%-7% untuk food," katanya singkat kepada Kontan.co.id, Rabu (5/9).

Sebelumnya, asosiasi tersebut menyatakan tahun ini akan ada peningkatan impor gandum untuk tepung terigu sebanyak 5%-6%. Namun peningkatan tersebut belum memperhitungkan impor gandum-ganduman selain untuk kebutuhan tepung terigu, seperti pakan.

Asal tahu dalam perhitungan Aptindo, dalam periode setengah tahun pertama 2018 impor gandum mencapai 4,53 juta ton atau setara US$ 1,13 miliar. Angka tersebut turun dari capaian tahun lalu di impor 5,36 juta ton atau setara US$ 1,23 miliar.

Dalam komponen impor tersebut terdapat komoditas muslin lain, tidak cocok untuk konsumsi manusia dengan volume 6.422 metrik ton. Sedangkan pada semester pertama tahun lalu impor komoditas itu mencapai 10.424 metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×