kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.005   -83,00   -0,46%
  • IDX 6.084   42,37   0,70%
  • KOMPAS100 800   9,84   1,24%
  • LQ45 607   7,56   1,26%
  • ISSI 210   0,20   0,09%
  • IDX30 343   3,96   1,17%
  • IDXHIDIV20 427   4,95   1,17%
  • IDX80 91   1,14   1,27%
  • IDXV30 117   1,47   1,27%
  • IDXQ30 110   1,33   1,22%

Permintaan Lahan Industri Membaik, Intiland (DILD) Naikkan Harga Jual 10%


Minggu, 05 Juni 2022 / 16:01 WIB
ILUSTRASI. Lahan kosong yang berada di kawasan Ngoro Industrial Park Mojokerto Jawa Timur milik Intiland.


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengembang properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) menaikkan harga lahan industri di lahan industri baik di Batang Industrial Park (BIP) di Batang, Jawa Tengah dan di Ngoro Industrial Park (NIP) di Mojokerto, Jawa Timur.

Direktur DILD, Archied Noto Pradono mengungkapkan, kenaikan harga yang terjadi untuk Batang adalah sekitar 10% atau antara Rp 1,35 juta per meter persegi sampai dengan Rp 1,6 juta per meter persegi tergantung ukuran dan besaran.

"Kenaikan harga lahan industri di kami terjadi di Batang dan juga Ngoro. Untuk di Ngoro, harga penawaran juga naik tergantung lokasi dan ukurannya (size)," papar dia kepada Kontan.co.id, Minggu (5/6). Saat ini pihaknya membanderol harga lahan industri di Ngoro sebesar Rp 2,3 juta per meter persegi sampai dengan Rp 2,5 juta per meter persegi.

Baca Juga: Intiland Development (DILD) Tidak Berencana Menambah Lahan Tahun Ini

Archied mengungkapkan, hingga saat ini pembeli lahan industri yang datang adalah perusahaan multinasional yang bergeeak di sektor produk konsumsi alias consumer goods.

"Biasanya pabrik untuk consumer foods dari perusahaan multinasional serta vendor supplier-nya," sambung Archied.

Dia mencatat, pada sepanjang tiga bulan pertama tahun 2022 ini, DILD sudah membukukan marketing sales Rp 190 miliar dari segmen lahan industri. Jumlah tersebut setara kurang lebih 74% dari target marketing sales DILD pada segmen kawasan industri di tahun ini. 

Baca Juga: Permintaan Meningkat, Surya Semesta (SSIA) Memacu Penjualan Lahan di Subang

Lebih lanjut, Intiland mengungkapkan kenaikan harga di lahan industri ini terjadi karena mulai adanya permintaan positif atas lahan industri dibandingkan masa pandemi Covid-19 sebelumnya. Dia menilai, sebelumnya, harga lahan industri termasuk stagnan cukup lama.

"Kenaikan ini menandakan adanya permintaan yang positif terhadap lahan industri. Harga lahan industri juga sudah stagnan cukup lama. Dan kini, kita lihat ada demand dari siklus pelaku industri untuk keperluan ekspansi mereka," pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×