Reporter: Leni Wandira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren wisata halal ke kawasan Asia Tengah mulai menunjukkan peningkatan seiring bergesernya preferensi wisatawan Indonesia ke destinasi yang menawarkan pengalaman sejarah, budaya, dan alam.
Melihat peluang tersebut, pelaku usaha perjalanan mulai memperluas pilihan paket wisata ke kawasan Uzbekistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Tajikistan.
Ketua Umum Asosiasi Travel Halal Indonesia (ATHIN) sekaligus Founder Cheria Holiday, Cheriatna, mengatakan kawasan Asia Tengah dinilai memiliki potensi besar untuk pasar wisatawan Muslim Indonesia karena menawarkan jejak sejarah peradaban Islam sekaligus didukung fasilitas yang semakin ramah bagi wisatawan Muslim.
"Empat negara di Asia Tengah tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah peradaban Islam dan Jalur Sutra. Kami melihat minat wisatawan Indonesia terhadap destinasi ini terus meningkat," ujar Cheriatna dalam keterangan resmi, Kamis (16/7/2026).
Baca Juga: Kunjungan Wisman Tumbuh 7,68% hingga Mei 2026, Wisata Domestik Masih Jadi Penopang
Menurutnya, perubahan preferensi wisata tersebut mendorong Cheria Holiday meluncurkan paket perjalanan selama 11 hari yang mencakup Uzbekistan, Kyrgyzstan, Kazakhstan, dan Tajikistan.
Cheriatna menilai wisata halal kini tidak lagi identik dengan perjalanan ibadah semata, tetapi juga berkembang menjadi wisata budaya dan sejarah yang tetap memperhatikan kebutuhan wisatawan Muslim, seperti ketersediaan makanan halal, waktu salat, hingga pendamping perjalanan yang memahami kebutuhan ibadah.
Di Uzbekistan, misalnya, wisatawan dapat mengunjungi Samarkand dan Bukhara yang dikenal sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan Islam serta tempat lahir sejumlah ulama besar, termasuk Imam Bukhari. Sementara Kazakhstan menawarkan wisata alam seperti Charyn Canyon, sedangkan Kyrgyzstan dan Tajikistan mengandalkan panorama pegunungan serta jejak Jalur Sutra.
Menurut Cheriatna, meningkatnya minat terhadap destinasi nontradisional juga menjadi peluang bagi industri perjalanan untuk melakukan diversifikasi produk di luar pasar utama seperti Timur Tengah, Turki, maupun Eropa.
Sebagai pelaku wisata halal, Cheria Holiday mengaku melihat Asia Tengah sebagai salah satu pasar yang berpotensi tumbuh dalam beberapa tahun ke depan, seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi yang menawarkan pengalaman sejarah dan budaya.
Baca Juga: Momentum Libur Sekolah Jadi Angin Segar Industri Perhotelan di Destinasi Wisata
Untuk menangkap peluang tersebut, perusahaan menawarkan paket perjalanan dengan harga mulai Rp 27,1 juta per orang, termasuk tiket pesawat, akomodasi, transportasi, dan layanan pendamping wisata.
Cheriatna menambahkan, tren wisata halal diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran wisatawan Muslim terhadap layanan perjalanan yang memberikan kepastian terkait kebutuhan ibadah dan konsumsi selama berada di luar negeri.
Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku industri perjalanan untuk menghadirkan lebih banyak pilihan destinasi wisata halal di luar pasar konvensional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
