kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Permintaan Naik, Emiten Ban Diramal Melaju Kencang Tahun Ini


Selasa, 05 Maret 2024 / 18:17 WIB
Permintaan Naik, Emiten Ban Diramal Melaju Kencang Tahun Ini
ILUSTRASI. Emiten produsen ban siap mencetak kinerja bisnis lebih baik pada tahun 2024. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/09/11/20


Reporter: Rashif Usman | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen ban siap mencetak kinerja bisnis lebih baik pada tahun 2024. Hal ini tak lepas dari tren permintaan ban yang dinilai masih tumbuh positif pada tahun ini.

Michelin Indonesia atau PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) meyakini bisnis ban baik untuk pasar ekspor maupun domestik masih memiliki prospek yang menjanjikan hingga akhir tahun nanti.

President Director Michelin Indonesia, Sai Banu Ramani mengatakan, perusahaan melihat tren yang positif di pasar otomotif dan penjualan produknya. Kemudian, permintaan pelanggan terhadap semua merek milik perseroan, seperti Corsa, BF Goodrich, Uniroyal dan Michelin juga menunjukkan tren positif.

Baca Juga: Seperti Tanpa Rem, Begini Alasan Kenapa Perusahaan Ban Menggelinding ke Vietnam

"Permintaan pelanggan terhadap semua merek kami terbilang positif, yang mencerminkan penerimaan mereka yang sangat baik terhadap kualitas dan kinerja produk kami. Harapannya, penerimaan yang baik tersebut dapat berlanjut di 2024 dan tahun-tahun mendatang," kata Sai kepada Kontan, Senin (4/3).

Dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis, Michelin berkomitmen menyediakan produk berkualitas tinggi, layanan terbaik, dan memenuhi permintaan konsumen. 

"Kami akan terus meningkatkan kinerja penjualan dan memastikan kepuasan konsumen sebagai prioritas utama kami," ucapnya.

Selain itu, Michelin Indonesia juga berkomitmen untuk mengembangkan produk dan layanan, baik di pasar domestik maupun ekspor.

"Kami optimistis melihat potensi pasar ekspor menjadi kontributor terbesar dalam penjualan kami saat ini. Selain itu, kami senantiasa berupaya mengoptimalkan pertumbuhan pasar domestik melalui produk dan kemitraan distribusi," ujarnya.

Baca Juga: Produsen Ban Siap Menggarap Mobil Listrik

Sai menambahkan, MASA merupakan bagian dari Michelin Indonesia yang juga bagian dari rantai pasok bahan baku Michelin Group Global.

Ia menerangkan, transformasi bisnis Michelin Indonesia dari trading company menjadi perusahaan hulu ke hilir juga menempatkan perusahaan dalam posisi yang strategis untuk beradaptasi dalam berbagai kondisi pasar yang dinamis. 

"Kami percaya sinergi antar semua faktor tersebut menjadi keunggulan utama dalam mengedepankan inovasi dan memberikan nilai terbaik bagi konsumen kami," tutupnya.

PT King Tire Indonesia Tbk (TYRE) meyakini dapat mencetak kinerja positif di tahun 2024. Hal ini tak lepas dari meningkatnya jumlah permintaan produk ban milik perseroan.

Corporate Secretary King Tire Indonesia, Diego Armando mengatakan, perseroan melihat prospek bisnis tahun ini cukup baik. Dirinya memproyeksikan, pendapatan dan laba perseroan bisa meningkat hingga 10% di tahun 2024.

"Perseroan melihat prospek bisnis tahun ini cukup baik. Optimis kinerja bisnis perseroan akan meningkat, namun tidak signifikan," kata Diego kepada Kontan, Senin (4/3).

Baca Juga: Produksi Mobil Listrik Diyakini Berdampak Positif Bagi Industri Ban

Diego menyampaikan, tren permintaan ban untuk kendaraan bermotor pada tahun ini masih berpotensi untuk naik.

"Secara tren permintaan masih cenderung belum besar pada permintaan ban masih di bawah 10%, tetapi harusnya tetap stabil bagi bisnis perseroan," ucapnya.

Diego menerangkan, ada sejumlah faktor yang membuat permintaan ban tahun ini meningkat, mulai dari melonjaknya jumlah pemakai sepeda motor listrik yang didukung pemerintah lewat subsidi, meningkatnya permintaan ban untuk ukuran tertentu hingga persaingan kompetitor.

Sayangnya, Diego belum bisa memaparkan berapa anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) di tahun 2024 karena saat ini perseroan masih menunggu hasil audit laporan keuangan di sepanjang 2023.

"Saat ini perseroan masih menghitung alokasi capex, sehingga perseroan dapat memperkirakan posisi cashflow. Untuk capex ini perseroan juga harus menganggarkan pembangunan pabrik baru di Jawa Tengah," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×