kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Permintaan produk multivitamin Phapros (PEHA) meningkat saat kasus covid-19 melonjak


Minggu, 04 Juli 2021 / 18:53 WIB
Permintaan produk multivitamin Phapros (PEHA) meningkat saat kasus covid-19 melonjak
ILUSTRASI. Meningkatnya jumlah kasus Covid-19 belakangan ini turut mempengaruhi penjualan produk farmasi Phapros.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meningkatnya jumlah kasus Covid-19 belakangan ini turut mempengaruhi penjualan produk farmasi PT Phapros Tbk (PEHA). 

Sekretaris Perusahaan Phapros Zahmilia Akbar mengatakan, permintaan produk-produk multivitamin PEHA yang terkait pencegahan Covid-19 meningkat jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Produk multivitamin yang laris meliputi produk dengan kadar vitamin C tinggi, kombinasi vitamin E dan zinc, serta produk kortikosteroid.

Manajemen PEHA selalu menjaga ketersediaan stok untuk produk-produk farmasi terkait Covid-19. Hal ini demi mendukung upaya penurunan angka kasus Covid-19 secara nasional. “Untuk harga juga tidak mengalami kenaikan, bahkan kami sudah menyiapkan upaya menjaga buffer stok untuk tetap di level aman, baik untuk bahan baku maupun bahan kemasan,” ungkap Zahmilia, Minggu (4/7).

Baca Juga: Permintaan produk farmasi melonjak, Phapros (PEHA) belum berencana naikkan harga jual

Di samping itu, PEHA selalu memonitor ketersediaan produk secara nasional hingga ke tingkat cabang dan outlet di seluruh daerah. Berbekal jaringan distribusi yang terintegrasi dengan sistem internal, PEHA berharap kekosongan produk dapat dihindari. Terlebih lagi, angka kasus Covid-19 di Indonesia sedang melonjak tajam.

Sebagai catatan, penjualan bersih PEHA pada kuartal pertama 2021 turun 1,78% (yoy) menjadi Rp 225,29 miliar. Namun, anak usaha PT Kimia Farma Tbk  (KAEF) tersebut berhasil membalikkan posisi rugi menjadi laba bersih sebesar Rp 7,15 miliar di periode yang sama.

Baca Juga: Phapros (PEHA) luncurkan 2 produk baru terkait dengan pencegahan Covid-19

Baca Juga: Saham Farmasi Beterbangan Seiring Lonjakan Kasus Covid-19 RI yang Tembus Dua Juta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×