kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.805   -23,00   -0,14%
  • IDX 8.075   43,26   0,54%
  • KOMPAS100 1.137   4,95   0,44%
  • LQ45 823   2,41   0,29%
  • ISSI 286   2,15   0,76%
  • IDX30 429   2,62   0,61%
  • IDXHIDIV20 515   1,93   0,38%
  • IDX80 127   0,74   0,58%
  • IDXV30 140   0,63   0,45%
  • IDXQ30 139   0,28   0,20%

Perombakan direksi Pertamina diharapkan bisa cegah kelangkaan BBM


Minggu, 22 April 2018 / 18:32 WIB
Perombakan direksi Pertamina diharapkan bisa cegah kelangkaan BBM
ILUSTRASI. Djoko Siswanto


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri BUMN Rini Soemarno merombak kembali jajaran direksi PT Pertamina (Persero). Total ada lima direktur Pertamina yang diberhentikan dengan hormat termasuk Direktur Utama Pertamina, Massa Manik.

Menteri BUMN menunjuk Nicke Widyawati yang menjabat Direktur SDM Pertamina menjadi pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina hingga ditetapkan Dirut Pertamina yang baru. 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto angkat bicara terkait dengan perombakan tersebut.

Djoko berharap perombakan direksi Pertamina bisa membuat bisa membuat kinerja Perseroan menjadi lebih baik lagi. Terutama dalam menjalankan kebijakan pemerintah.

Salah satunya adalah dengan menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) dan gas kepada masyarakat dengan lebih baik lagi. Sehingga ke depannya tidak terjadi kelangkaan BBM seperti beberapa waktu terakhir.

"Tugas untuk menyediakan BBM dan gas bisa lebih baik. Tidak terjadi kelangkaan. Jangan sampai terjadi kelangkaan lagi," tegas Djoko Jumat (20/4) malam.

Dengan begitu Pertamina bisa memiliki indikator kinerja yang baik. Menurut Djoko, indikator kinerja BUMN yang baik adalah bisa menjalankan kebijakan pemerintah dan tetap memperoleh profit.

"Dari segi kementerian, perseroan menjalankan aturan-aturan dan kebijakan pemerintah. Dari sisi korporasi profitnya tetap baik," imbuh Djoko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×