kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.939   104,00   0,58%
  • IDX 6.299   -76,31   -1,20%
  • KOMPAS100 819   -14,09   -1,69%
  • LQ45 623   -9,92   -1,57%
  • ISSI 219   -2,18   -0,99%
  • IDX30 345   -5,37   -1,53%
  • IDXHIDIV20 429   -4,96   -1,14%
  • IDX80 93   -1,50   -1,58%
  • IDXV30 117   -1,48   -1,24%
  • IDXQ30 111   -1,66   -1,48%

Perpekindo Minta Pemerintah Benahi Industri Kelapa dari Hulu ke Hilir


Kamis, 24 September 2026 / 21:02 WIB
Perpekindo Minta Pemerintah Benahi Industri Kelapa dari Hulu ke Hilir
ILUSTRASI. PTPN bakal bangun kebun kelapa di berbagai wilayah di Indonesia (ANTATA FOTO/ANDRISAPUTRA)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo) mendorong pemerintah membenahi sektor kelapa secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas kebun, memperkuat posisi petani, sekaligus mendorong hilirisasi kelapa nasional.

Ketua Umum Perpekindo Muhaimin Talo mengatakan, kebijakan kelapa nasional tidak bisa dilakukan secara sektoral karena persoalan di sektor tersebut mencakup produktivitas kebun, tata niaga, pembiayaan hingga industri pengolahan.

“Kami berharap kebijakan kelapa nasional tidak dilihat secara sektoral. Hulu dan hilir harus berjalan bersama. Petani harus mendapatkan manfaat yang layak. Industri harus memperoleh kepastian usaha. Di sini negara harus mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar,” kata Muhaimin dalam keterangan resminya, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga: Penambahan Cadangan BBM Butuh Biaya Mahal, Ini Solusi Ekonom

Menurut Muhaimin, sektor kelapa masih menghadapi sejumlah persoalan. Produktivitas kebun perlu ditingkatkan, sementara banyak tanaman kelapa telah berusia tua dan program peremajaan belum berjalan optimal.

Di sisi lain, akses petani terhadap pembiayaan dan teknologi masih menjadi tantangan. Tata niaga dan rantai pasok juga perlu dibenahi, termasuk untuk mengatasi fluktuasi harga kelapa di tingkat petani.

Persoalan tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan industri pengolahan yang membutuhkan kepastian pasokan bahan baku. Karena itu, Perpekindo menilai kebijakan pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara kepentingan petani, industri, perdagangan, dan pasar global.

Untuk itu, Perpekindo mendorong lima agenda strategis dalam pengembangan sektor kelapa nasional.

Pertama, mempercepat peremajaan kebun kelapa nasional. Menurut Muhaimin, peremajaan perlu menjadi agenda nasional karena produktivitas kebun menjadi salah satu fondasi daya saing kelapa Indonesia.

Baca Juga: Jasa Armada Indonesia (IPCM) Rombak Direksi, Dwi Rahmad Toto Jadi Direktur Utama

Kedua, meningkatkan penerapan Good Agricultural Practices (GAP). Petani dinilai membutuhkan pendampingan, pelatihan, teknologi, serta akses terhadap sarana produksi agar produktivitas dan kualitas kelapa meningkat.

Ketiga, membangun database petani dan kebun kelapa nasional. Data tersebut mencakup luas kebun, jumlah petani, umur tanaman, produktivitas, produksi, hingga kebutuhan pengembangan kebun.

Keempat, memperkuat kelembagaan ekonomi petani. Perpekindo mendorong petani tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi ikut masuk dalam rantai nilai dan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

Kelima, memperkuat hilirisasi kelapa. Perpekindo mendorong agar kelapa tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.

Produk tersebut antara lain virgin coconut oil (VCO), santan, air kelapa, coconut milk, desiccated coconut, coco fiber, coco peat, arang, briket, serta berbagai produk turunan lainnya.

Muhaimin mengatakan, kebijakan pengembangan kelapa seharusnya tidak hanya mengejar peningkatan produksi. Pemerintah juga perlu memastikan nilai tambah dari komoditas tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat, terutama petani sebagai fondasi sektor kelapa.

“Di sini negara harus mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar. Kami meyakini bahwa kebijakan yang baik bukan hanya kebijakan yang mampu meningkatkan produksi, tetapi juga kebijakan yang mampu memastikan bahwa nilai tambah terbesar dapat dirasakan oleh masyarakat dan petani yang menjadi fondasi sektor kelapa,” katanya.

Baca Juga: Penambahan Cadangan BBM Butuh Biaya Mahal, Ini Solusi Ekonom

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×