kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.869   44,00   0,25%
  • IDX 6.483   80,68   1,26%
  • KOMPAS100 837   7,57   0,91%
  • LQ45 637   4,58   0,72%
  • ISSI 228   5,22   2,34%
  • IDX30 356   2,33   0,66%
  • IDXHIDIV20 433   2,50   0,58%
  • IDX80 96   0,77   0,82%
  • IDXV30 120   1,00   0,84%
  • IDXQ30 113   0,83   0,74%

Perprindo Proyeksi Penjualan AC di Kondisi Cuaca El Nino Bakal Meningkat 5%


Jumat, 27 Maret 2026 / 15:56 WIB
Perprindo Proyeksi Penjualan AC di Kondisi Cuaca El Nino Bakal Meningkat 5%
ILUSTRASI. Penjualan produk elektronik (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (Perprindo) menyatakan bahwa tren penjualan Air Conditioner (AC) di tengah kondisi cuaca El Nino akan mengalami peningkatan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perprindo, Andy Arif Widjaja mengatakan bahwa tren penjualan AC yang meningkat saat kondisi cuaca El Nino memang sudah menjadi sebuah hal yang historis. 

"Secara historis, peningkatan suhu cuaca panas memang berpotensi mendorong kenaikan permintaan produk pendingin ruangan, termasuk AC," ujar Andy kepada Kontan, Jumat (27/3/2026).

Andy menuturkan bahwa tren penjualan AC akan mengalami peningkatan hingga 5%. Peningkatan tren penjualan tersebut pun dinilai mengalami peningkatan dibanding Kuartal I-2026.

Baca Juga: Tren Penjualan Bisnis Pariwisata Diprediksi Turun pada Kuartal II, Ini Penyebabnya

"Berdasarkan komunikasi dengan pelaku industri dan distributor, proyeksi sementara menunjukkan potensi pertumbuhan penjualan AC pada Kuartal II berada pada kisaran 3% – 5% dibanding Kuartal I, dengan catatan apabila suhu meningkat sesuai prediksi," ucap dia.

"Namun peningkatannya kemungkinan tidak terlalu agresif, karena tetap dipengaruhi faktor makroekonomi seperti inflasi, nilai tukar, serta daya beli kelas menengah," sambungnya.

Meski begitu, Haryadi tetap mewanti-wanti tingkat daya beli masyarakat. Sebab, saat ini masih dalam suasana pasca Lebaran 2026.

"Namun, pada awal tahun ini kami melihat daya beli masyarakat masih relatif berhati-hati, terutama setelah periode pengeluaran tinggi di awal tahun dan menjelang Idul Fitri," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×