kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.826   -2,00   -0,01%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pertagas rampungkan jaringan gas di dua kota


Kamis, 13 Oktober 2016 / 13:55 WIB
Pertagas rampungkan jaringan gas di dua kota


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Pertamina akhirnya merampungkan pembangunan jaringan gas di Sidoarjo, Jawa Timur, dan Pekanbaru, Riau. Untuk kali pertama, sekitar 3.850 rumah di Kabupaten Sidoarjo mendapatkan aliran gas bumi lewat jaringan gas kota (city gas).

Jaringan tersebut dibangun di Kelurahan Gempol Sari, Kedung Turi, Kali Tengah, Kludan, Ngaban, Kalidawir, Kedung Banteng, dan Desa Putat.  Pengembangan di seluruh wilayah tersebut merupakan pembangunan jaringan tahap kedua di Kabupaten Sidoarjo, yang sebelumnya telah terpasang sebanyak 6.500 sambungan rumah tangga.

Pada pengembangan jaringan gas yang menggunakan APBN tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menugaskan PT Pertamina, melalui Direktorat Gas, Energi Baru dan Terbarukan. Sedangkan  pengoperasian dilakukan oleh afiliasinya, yakni PT Pertagas Niaga.

"Ini menjadi bukti komitmen kuat Kementerian ESDM dan Pertamina Group  selalu menyediakan energi bersih,” ujar Linda Sunarti, Presiden Direktur PT Pertagas Niaga, Rabu (12/10).

Sidoarjo menjadi kabupaten dengan jumlah jaringan gas terbanyak yang dikelola Pertamina yakni 10.350 sambungan rumah tangga. Sumber gas untuk memenuhi kebutuhan seluruh jaringan tersebut diperoleh dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Lapindo Brantas Inc sebanyak 0,4 MMSCFD dari sumur Tanggulangin V. Tak hanya Sidoarjo, Pertagas Niaga mengalirkan gas secara bertahap ke 3.713 sambungan rumah tangga di Pekanbaru, Riau. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×