kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pertamina berniat menambah jumlah SPBG di Jakarta


Rabu, 04 Januari 2012 / 14:26 WIB
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,77% atau 48,55 poin ke 6.258,57 pada Senin (25/1).


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Edy Can

JAKARTA. PT Pertamina berencana menambah jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Jakarta. Penambahan ini untuk mengantisipasi rencana pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Rencananya, Pertamina akan membangun dua SPBG untuk compressed natural gas (CNG) dan 10 untuk liquefied gas for vehicle (LGV). Saat ini, perusahaan minyak dan gas nasional ini sudah memiliki enam SPBG untuk CNG dan 10 SPBG untuk LGV. "Asalkan pasarnya jelas, kami segera akan menambah infrastruktur,” ujar Harun, Rabu (4/1).

Harun menjelaskan, SPBG CNG yang ada berkapasitas sebesar 4 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Namun, karena peminatnya masih minim, gas yang terserap hanya 2,8 mmscfd hingga 3 mmscfd. Demikian juga dengan LGV, setiap bulan hanya terserap sebesar 24 kiloliter setara premium.

Pertamina sedang membangun SPBG dengan pola mother-daughter station. Dua stasiun induk berada di Tegal Gede, Cikarang dan Bitung, Tangerang. Harun mengatakan, pembangunan dua stasiun induk ini akan selesai pada pertengahan tahun ini.

Selain di Jakarta, Pertamina juga memiliki SPBG di Palembang, Sumatera Selatan. Menurut Harun, Pemerintah Kota Palembang berencana membangun empat SPBG lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×