kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pertamina dan Wika kongsi bikin aspal hibrida


Kamis, 10 September 2015 / 10:12 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Pertamina berkongsi dengan PT Wijaya Karya Tbk (Wika) mengembangkan bisnis aspal hibrida. Kedua perusahaan pelat merah itu akan membikin perusahaan patungan agar bisa memproduksi aspal hibrida di Cilacap, Jawa Tengah.

Aspal hibrida merupakan campuran antara aspal fraksi bumi milik Pertamina dengan aspal alam milik Wijaya Karya. "Pertamina memproduksi aspal dan Wijaya Karya berbisnis konstruksi bisa saling memperkuat bisnis dan mendukung pengembangan infrastruktur nasional," kata Rachmad Hardadi, Direktur Pengolahan Pertamina, Rabu (9/9).

Saat ini Pertamina memproduksi 600.000 ton aspal per tahun. Perinciannya, 300.000 ton di kilang Cilacap dan 300.000 ton dari impor. Sementara Wijaya Karya memproduksi 300.000 ton aspal per tahun dengan mengandalkan produksi dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.

Sebagai gambaran, saat ini kebutuhan aspal nasional adalah 1,2 juta ton per tahun. "Jadi produksi kami ini pasti sudah terserap dan mampu mengurangi impor karena sebelumnya 900.000 ton per tahun diimpor," terang Bintang Perbowo, Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk.

Meskipun demikian, Pertamina dan Wijaya Karya belum bisa membeberkan detail perusahaan patungan yang akan mereka bikin. Yang pasti, keduanya bakal menggelar feasibility study alias studi untuk menilai kelayakan bisnis.

Kedua perusahaan yakin aksi korporasi mereka sejalan dengan program pemerintah untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di tanah air. Dus, mereka melihat peluang pada proyek pembangunan jalan umum, jalan tol, bandar udara dan infrastruktur lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×