kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Pertamina EP Aset 4 akan gunakan perairan di terminal khusus Tuban Marine Terminal


Rabu, 26 Juni 2019 / 15:22 WIB
Pertamina EP Aset 4 akan gunakan perairan di terminal khusus Tuban Marine Terminal

Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Guna menunjang kegiatan lifting migas nasional, PT Pertamina EP melalui Asset 4 jalin kerjasama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam hal ini Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Brondong.

"Diharapkan dengan adanya perjanjian ini akan semakin menunjang kinerja dari Sukowati Field, khususnya menanggulangi kendala dalam kegiatan lifting migas dan lebih mengedepankan ketentuan keselamatan kerja migas sebagaimana diharapkan oleh SKKMigas untuk operasi dengan best practices yang benar & memenuhi aspek compliance”, ujar Agus Amperianto, Asset 4 General Manager PT Pertamina EP dalam siaran pers, Rabu (26/6)


Agus menambahkan bahwa Produksi minyak dari Sukowati Field mencapai rata-rata 9.000 Barel Per Hari, dengan produksi tersebut nantinya akan dilakukan lifting dengan menggunakan FSO Success Challenger yang berada di perairan Tuban, Jawa Timur.

"Kami sampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dari SKK Migas dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan sehingga kelancaran operasi migas dan pemenuhan target lifting migas nasional dapat terwujud," lanjutnya.

Bagus B. Edvantoro,  Kepala Divisi Keselamatan Operasi Migas SKKMigas menyampaikan bahwa penggunaan standar dalam kegiatan migas di semua KKKS harus dimulai dari kompetensi pekerja, perencanaan dasar, spesifikasi teknis, pemilihan material, perhitungan pembuatan, perakitan, teknis, pengujian, operasi, perawatan dan pemeliharaan, sertifikasi dan evaluasi teknis, yang memadai dan memenuhi standard.

"Pemahaman terhadap penggunaan standar dan standar serta kompetensi pekerja juga merupakan hal yang penting. Dengan penerapan standar pada instalasi migas dan pekerja tersebut dapat mewujudkan kegiatan usaha migas yang optimal, efisien dan aman. Itu yg diharapkan oleh skk migas," ujarnya

Fatar Yani Abdurrahman, Deputy Operasi SKKMigas yang menyaksikan prosesi penandatanganan Perjanjian menyampaikan bahwa Penunjang operasi yang cukup kritikal tahun ini adalah kapal, karena lifting minyak tidak boleh ada deadstock.

"Dengan tingginya tingkat pengapalan, maka pasti kebutuhan biaya juga tinggi. Namun hal ini sangat penting karena target lifting kita 100%. Tetap perhatikan faktor safety-nya," tutupnya.




TERBARU

Close [X]
×