kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.953   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.042   158,05   2,69%
  • KOMPAS100 788   24,13   3,16%
  • LQ45 595   16,69   2,89%
  • ISSI 209   5,51   2,71%
  • IDX30 337   9,52   2,91%
  • IDXHIDIV20 413   10,97   2,73%
  • IDX80 89   2,61   3,01%
  • IDXV30 112   3,14   2,89%
  • IDXQ30 108   3,10   2,96%

Pertamina Naikkan Harga Pertamax Rp 300 per Liter


Senin, 02 Maret 2009 / 07:14 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati |

JAKARTA. PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi nya mulai pukul 00.00 WIB, 1 Maret 2009. Sebagian besar BBM tersebut mengalami kenaikan harga sebesar Rp 300 per liter dibandingkan harga jual sejak 15 Februari 2009.

Rilis resmi Pertamina menyebutkan, tiga jenis BBM non subsidi milik Pertamina yaitu Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertama Dex mengalami kenaikan harga diseluruh wilayah pemasarannya.

Harga Pertamax plus di UPms III yang meliputi Jakarta dan sekitarnya naik Rp 300 dari harga jual per 15 Februari 2009 Rp 6.200 menjadi Rp 6.500 per liter di SPBU. Di wilayah pemasaran yang sama harga Pertamax yang sebelumnya Rp 5.600 naik Rp 300 menjadi Rp 5.900 per liter. Sementara, Bio Pertamax naik menjadi Rp 5.900 dari harga Rp 5.600 per liter. Tercatat, hanya BBM non subsidi jenis Pertamina Dex saja yang harganya tetap Rp 5.800 per liter di UPms III.

Juru Bicara Pertamina Anang Rizkani Noor menjelaskan harga BBM non subsidi selalu direview oleh perseroan setiap dua minggu sekali. "Pada beberapa waktu yang lalu harga BBM non subsidi mengalami penurunan karena harga crude di pasar dunia yang merefleksikan MOPS juga turun. Saat ini terjadi situasi sebaliknya, harganya naik," ujar Anang, Minggu (1/3).

Selain faktor harga MOPS yang naik, faktor yang menyebabkan Pertamina menaikkan harga BBM non subsidi tersebut karena nilai tukar rupiah yang terus melemah dihadapan dolar Amerika Serikat.

Kenaikan harga BBM non subsidi yang dijual di SPBU tersebut nampaknya juga berlaku untuk BBM non subsidi bagi keperluan industri. Sayangnya Anang enggan membuka berapa perubahan harga yang terjadi untuk industri tersebut. "Harga BBM industri juga direview dua minggu sekali, tapi kamu memberitahukannya langsung kepada para pelanggan. Yang pasti harganya berubah," elak Anang.

Pada medio Januari lalu, BUMN perminyakan tersebut menurunkan harga BBM non subsidi jenis premium untuk keperluan industri sebesar 4,75%. Dari harga rata-rata di seluruh UPMs Rp 5.200 per liter pada 1 Januari 2009 menjadi Rp 5.000 per liter pada 15 Januari 2009. Sementara harga solar untuk industri dipertahankan diangka Rp 5.300 per liter.

"Harga solar tetap sedangkan premium diturunkan sedikit," ujar Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, waktu itu.

Sedianya, Pertamina menyesuaikan harga BBM non subsidi setiap dua minggu sekali. Namun, mulai 15 Januari 2009, perseroan tidak lagi mempublikasikan harga BBM nonsubsidi untuk industri. Tidak juga terpublikasi berapa perubahan harga BBM non subsidi untuk industri pada pertengahan Februari lalu. Tujuan menutupi perubahan harga tersebut agar perusahaan kompetitor tidak mudah memantau harga Pertamina yang selama ini menjadi acuan mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×