Sumber: KONTAN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Kelangkaan Premium membuat masyarakat mengalihkan konsumsi bahan bakar menjadi Pertamax. Sebagian besar pompa bensin (SPBU) kewalahan melayani lonjakan permintaan Pertamax dua hari terakhir ini.
Seperti yang KONTAN amati pagi hari kemarin (20/01), di SPBU milik Pertamina di Jalan Pakubuwono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Antrean kendaraan menumpuk di pengisian Pertamax karena Premium habis.
SPBU Shell di Jl. Pos Pengumben, Jakarta Selatan juga mengalami lonjakan permintaan bahan bakar Shell Super yang setingkat dengan Pertamax. Menurut seorang petugas di sana, akibat lonjakan permintaan ini, mereka menambah petugas dari empat orang menjadi enam orang untuk melayani antrean.
Pertamina mengakui lonjakan permintaan ini. Kemarin, Pertamina meningkatkan penyaluran Pertamax hingga 50% dari kebutuhan normal. Menurut Manajer Hubungan Masyarakat Pertamina Wianda Pusponegoro, biasanya, pasokan Pertamax mencapai 531 kiloliter per hari. Kemarin, Pertamina menyalurkan hingga 816 kiloliter. "Ini untuk mengantisipasi lonjakan permintaan," katanya.
Menurut Wianda, lonjakan ini sudah diprediksi karena pasokan Premium sempat tersendatnya akibat Tangki Pertamina nomor 24 di Plumpung, Jakarta Utara terbakar. Pertamina mengerahkan ratusan truk tangki untuk menambal pasokan di Jadebotabek dari tiga depot, Tanjung Gerem Banten, Padalarang Bandung, dan Cikampek.
Namun, Wianda memastikan, hari ini pasokan BBM di wilayah Jabodetabek kembali normal. Kelangkaan di luar Jakarta juga sudah teratasi. SPBU di Bogor dan Sukabumi, misalnya, telah menerima kiriman dari Depot Padalarang sebanyak 16 kiloliter Premium dan Solar ke tiap SPBU. "Kami tak perlu lagi mengirim armada ke sana," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














