kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.683   15,00   0,08%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Pertamina Setuju Penetapan Alpha Sliding Scale


Jumat, 02 Januari 2009 / 08:54 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati |

JAKARTA. Lontaran Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro yang menyebut pemerintah akan menetapkan besaran biaya distribusi BBM PSO secara proporsional atau sliding scale disambut baik PT Pertamina (Persero).

Menurut Direktur Utama Pertamina Ari Hernanto Soemarno, besaran biaya distribusi BBM PSO memang harusnya mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Dalam hitungan Ari, dengan harga ICP US$ 80 dan kurs Rp 9.400 per dolar maka alpha yang dianggap bisa membuat impas adalah 10%. Sementara kalau ICP dipatok US$ 50 dengan kurs Rp 11.000 maka alpha yang ideal 12,5%.

"Untuk bisnis BBM PSO kita nggak mau ambil untung besar tetapi yang wajar, sehingga kita bisa gunakan juga untuk membangun infrastruktur yang akan mendukung kehandalan," ujar Ari, Rabu (31/12).

Perubahan penghitungan alpha secara proporsional menurut Ari perlu dilakukan guna menghindari perusahaan mengalami kerugian. Sebelumnya Ari menyebut dengan alpha yang ditetapkan tahun 2009 sebesar 8% ditengah kondisi harga minyak yang sedang turun maka berpotensi merugikan perusahaan Rp 2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×