kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pertamina Setuju Penetapan Alpha Sliding Scale


Jumat, 02 Januari 2009 / 08:54 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati |

JAKARTA. Lontaran Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro yang menyebut pemerintah akan menetapkan besaran biaya distribusi BBM PSO secara proporsional atau sliding scale disambut baik PT Pertamina (Persero).

Menurut Direktur Utama Pertamina Ari Hernanto Soemarno, besaran biaya distribusi BBM PSO memang harusnya mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Dalam hitungan Ari, dengan harga ICP US$ 80 dan kurs Rp 9.400 per dolar maka alpha yang dianggap bisa membuat impas adalah 10%. Sementara kalau ICP dipatok US$ 50 dengan kurs Rp 11.000 maka alpha yang ideal 12,5%.

"Untuk bisnis BBM PSO kita nggak mau ambil untung besar tetapi yang wajar, sehingga kita bisa gunakan juga untuk membangun infrastruktur yang akan mendukung kehandalan," ujar Ari, Rabu (31/12).

Perubahan penghitungan alpha secara proporsional menurut Ari perlu dilakukan guna menghindari perusahaan mengalami kerugian. Sebelumnya Ari menyebut dengan alpha yang ditetapkan tahun 2009 sebesar 8% ditengah kondisi harga minyak yang sedang turun maka berpotensi merugikan perusahaan Rp 2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×