Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga melakukan sejumlah upaya untuk mempercepat pemulihan layanan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali dari sisi pasokan hingga penyaluran.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora menjelaskan, langkah yang dilakukan pihaknya meliputi penguatan pasokan hingga 57,9 juta liter BBM, penambahan jam operasional SPBU, penguatan personel lintas fungsi, serta penambahan armada mobil tangki guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
Ia menyatakan, perusahaan berupaya terus memaksimalkan seluruh sumber daya dan mengintensifkan koordinasi lintas fungsi untuk mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali.
Baca Juga: Kemenpar Dorong Potensi Wisata Kuliner melalui WIG Culinary Festival 2026
“Pertamina Patra Niaga mengerahkan berbagai upaya untuk mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali. Seluruh langkah ini dilakukan secara terpadu agar penyaluran BBM semakin optimal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Kitty dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2026).
Dari sisi pasokan, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan kedatangan kapal tanker secara bertahap srlama 14–17 Oktober 2026 melalui Terminal BBM Manggis dan Terminal BBM Sanggaran.
Berdasarkan jadwal kedatangan kapal yang disiapkan, total tambahan pasokan mencapai 57,9 juta liter, terdiri atas 44,9 juta liter Pertalite dan 13 juta liter Pertamax.
Kitty bilang, tambahan pasokan ini diharapkan memperkuat ketersediaan BBM dan mendukung kelancaran penyaluran ke SPBU di Bali.
Selain penguatan pasokan, Pertamina Patra Niaga juga meningkatkan jam pelayanan SPBU di Kota Denpasar.
Dari sebelumnya 24 SPBU yang beroperasi selama 24 jam, perusahaan menyiapkan penambahan 60 SPBU dengan jam operasional yang sama.
Menurut Kitty, langkah ini dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan BBM dan memberikan lebih banyak pilihan waktu pengisian.
“Selain memastikan pasokan terus bertambah, kami juga memperluas akses pelayanan melalui penambahan SPBU yang beroperasi 24 jam serta memperkuat kesiapan personel dan armada distribusi. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar upaya pemulihan berjalan optimal dengan tetap mengutamakan keselamatan,” tambahnya.
Baca Juga: JSMR Perkuat Layanan Jalan Tol, Integrasikan AI hingga Aplikasi Travoy
Adapun, penguatan personel dilakukan melalui penambahan operator SPBU cadangan serta koordinasi dengan Kodam IX/Udayana untuk mendukung kebutuhan operasional.
Kitty menyatakan, koordinasi juga dilakukan untuk menyiapkan pengemudi mobil tangki cadangan sebagai langkah antisipasi apabila pengemudi membutuhkan waktu istirahat, sehingga keselamatan kerja dan kelancaran distribusi tetap terjaga.
Tak hanya itu, Pertamina Patra Niaga turut memperkuat dukungan personel internal dari Jakarta dengan melibatkan berbagai fungsi dan unit kerja untuk membantu percepatan pemulihan layanan BBM di Bali.
Kitty menegaskan dukungan lintas fungsi tersebut bertujuan memperkuat koordinasi operasional, distribusi, penjualan, serta komunikasi dengan para pemangku kepentingan.
Pada sisi distribusi, perusahaan terus mengupayakan penambahan armada mobil tangki, termasuk dengan mengalihkan sebagian armada dari Banyuwangi ke Bali.
Upaya ini dilakukan untuk memperkuat penyaluran BBM ke SPBU dan mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
Guna membantu mengurai antrean, Pertamina Patra Niaga juga mengupayakan optimalisasi layanan motoris BBM bagi pengguna kendaraan roda dua, sesuai ketentuan operasional dan keselamatan yang berlaku.
Sementara itu, Kitty mengungkapkan informasi mengenai ketersediaan pasokan dan layanan SPBU terus disampaikan melalui akun Instagram resmi @pertaminabali.
Baca Juga: Integrasi CEISA 4.0, Perusahaan Kawasan Berikat Perlu Siapkan Sistem dan Data
Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan mengikuti informasi resmi Pertamina mengenai ketersediaan pasokan dan layanan SPBU di Bali.
"Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus mengerahkan sumber daya dan mengoptimalkan seluruh lini operasional guna mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali sehingga kebutuhan energi masyarakat dapat terlayani dengan baik," ujar Kitty.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














