Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ridwan Mulyana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) meluncurkan aplikasi Bunker Operation System (BOS) 3.0 dan Transportir Fuel Management and Reporting System (Transpormers). Dua aplikasi ini merupakan bagian dari digitalisasi kegiatan monitoring dan pengelolaan bunker untuk seluruh armada Kapal Operasi di PTK.
Direktur Operasi Pertamina Trans Kontinental, Yudi Wibisono mengungkapkan bahwa dua aplikasi ini bertujuan untuk dapat meningkatkan layanan kepada para pelanggan kapal PTK. "Implementasi aplikasi BOS 3.0 berisi informasi konsumsi bunker yang lebih akurat, sedangkan Transpormers dapat mempermudah monitoring data bunker, sehingga operasional bunker lebih tepat dan efisien,” kata Yudi melalui keterangan tertulis yang disiarka pada Kamis (1/10/2026).
Peluncuran atau go live aplikasi ini telah berlangsung pada 17 September 2026. Yudi menjelaskan, aplikasi BOS 3.0 merupakan aplikasi pelaporan bunker remain on board (ROB) dan vessel daily report (VDR) kapal operasi PTK secara harian. Aplikasi BOS 3.0 merupakan peningkatan dari sebelumnya; BOS 2.0, di mana aplikasi terbaru ini menghadirkan fitur capping bunker kapal yang lebih akurat.
Selain itu, aplikasi BOS 3.0 memberikan informasi bunker consumption pada Main Engine (ME) dan Auxiallary Engine (AE) kapal sesuai pada pergerakan harian kapal yang lebih detail dan akurat, sesuai dengan operasional. Guna meningkatkan layanan, PTK juga menginisiasi aplikasi Transpormers.
Aplikasi tersebut merupakan salah satu langkah dalam mendukung transformasi digital dan meningkatkan efektivitas kegiatan bunker handling pengawasan bunker kapal operasi Pertamina Patra Niaga. Transpormers dilengkapi fitur untuk mempermudah dan mengintegrasikan kegiatan bunker handling, yang sebelumnya masih dilakukan secara manual.
Sistem tersebut mencakup empat subsistem utama; pengawasan bunker handling via Transportir, pengawasan ROB bunker, pengawasan posisi kapal delivery & redelivery serta pengawasan via bunker pit. "Implementasi kedua aplikasi tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen PTK dalam menyediakan aspek kerja yang terintegrasi, efektif, dan terdokumentasi dan mendukung peningkatan kualitas layanan dan operational excellence," tandas Yudi.
Sebagai informasi, PTK merupakan anak usaha Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina. PTK memiliki empat lini bisnis yakni: penyedia kapal penunjang, jasa kepelabuhanan, shorebase atau pangkalan logistik di tepi pantai, serta layanan keagenan atau administrasi kebutuhan pelayaran.
Sepanjang tahun 2025, PTK menjaga keandalan operasional 370 armada, yang menghasilkan fleet commercial days sebesar 358,52 hari. Adapun, armada PTK meliputi 9 unit offshore support vessel, 23 unit cargo carries, dan 338 marine support vessel & small crafts.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














