kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Petani diminta jual cabai ke industri


Senin, 20 Juni 2011 / 18:16 WIB
Petani diminta jual cabai ke industri
ILUSTRASI. ILUSTRASI; Asyik! Nonton anime makin mudah dan legal lewat kanal YouTube Muse Indonesia


Reporter: Herlina KD | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Harga cabai selalu merosot pasca panen. Asep Halim, Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jawa Barat, menyarankan petani untuk melakukan diversfikasi pasar. Salah satunya, dengan menjual cabai ke industri.

Asep bilang, petani cabai membutuhkan banyak saluran pemasaran. Dengan demikian, saat panen raya, tidak semua hasil panenan tersalurkan pada satu pasar saja, yakni ke konsumen langsung. "Petani harus didorong menjual sebagian hasil panenan ke industri melalui kontrak," kata Asep, Senin (20/6).

Menurutnya, diversifikasi pasar tersebut bakal ampuh mengendalikan harga cabai yang merosot saat panen raya. Ini mengingat, semakin banyak pasar, saluran penjualan cabai juga lebih beragam.

Industri pengguna cabai cukup banyak, seperti saos dan makanan jadi. "Ini bisa menjaga keseimbangan pasokan cabai di pasar, sehingga tidak membanjir di satu tempat," kata Asep.

Selain itu, ia menyarankan, petani harus mulai mengatur pola tanam. Untuk bisa mengatur pola tanam, para petani perlu ada pembinaan dari pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×