kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Peternakan sapi di Australia merugi


Jumat, 01 Februari 2013 / 10:03 WIB
Peternakan sapi di Australia merugi
ILUSTRASI. Dalam 25 tahun terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sudah melemah 508,58%.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Akibat pembatasan impor sapi ke Indonesia, membuat perusahaan peternakan Australia merugi. The Australian Agricultural Company (AACo) mengumumkan kerugian sebesar A$ 8,4 juta di tahun 2012 karena berkurangnya ekspor sapi ke Indonesia.

Perusahaan peternakan Australia  tersebut mempersalahkan adanya aturan pembatasan impor daging sapi ke Indonesia. "Larangan impor sapi mengganggu perdagangan," kata David Farley, Managing director AAco seperti yang diberitakan Theage.com.au.

Farley menambahkan, dampak aturan itu membuat perusahaan kehilangan pendapatan dan bisa mempengaruhi kinerja dan keberlangsungan perusahaan. "Kita harus bisa mengubahnya dengan cara ) membangun hubungan dengan Indonesia,” kata Farley.

Ia berharap, agar pemerintah Australia melakukan pendekatan dengan Indonesia. Dengan adanya pendekatan itu diharapkan ada pembukaan pasar sapi di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×