kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

Petrokimia Gresik Kembangkan Teknologi CCU untuk Industri Hijau


Sabtu, 17 Oktober 2026 / 19:12 WIB
Petrokimia Gresik Kembangkan Teknologi CCU untuk Industri Hijau
ILUSTRASI. Petrokimia Gresik (Dok/Petrokimia Gresik)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Petrokimia Gresik tengah menjalankan proyek percontohan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) sebagai  langkah strategis dalam mendukung pengembangan industri hijau di Indonesia. 

Proyek ini dijalankan melalui kolaborasi dengan  Kementerian Perindustrian, Pupuk Indonesia, dan UWin Resources Regeneration Inc. Dengan efisiensi penangkapan CO₂ mencapai 91,48%–97,79% dan kualitas soda ash yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), teknologi ini berpotensi mengurangi emisi karbon sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi. 

Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji, menyebut proyek percontohan CCU tersebut merupakan langkah penting dalam pengembangan industri hijau nasional. Ia berharap pengembangan teknologi ini dapat membuka peluang penerapan yang lebih luas pada sektor industri lainnya.
 
“Ini akan menjadi sejarah bagi Petrokimia Gresik sebagai industri yang menjadi pionir bagi penerapan CCU. Ini akan kita sebarluaskan karena proyek percontohan ini menghasilkan manfaat yang besar,” ujar Sarmuji dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).

Baca Juga: Petrokimia Gresik Dorong Industri Hijau Berkelanjutan

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyampaikan bahwa proyek percontohan teknologi CCU di Petrokimia Gresik telah membuktikan kelayakan konsep teknologi dalam menghasilkan produk bermanfaat dan berpotensi dikembangkan ke skala komersial. 

Ia bilang, Pupuk Indonesia berkomitmen mendukung pengembangan teknologi dekarbonisasi sebagai bagian dari transformasi industri pupuk berkelanjutan. Namun, penerapan komersial akan mempertimbangkan hasil evaluasi teknologi dan kelayakan ekonomi agar memberikan manfaat optimal bagi industri.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa partisipasi perusahaan dalam proyek percontohan CCU merupakan wujud komitmen terhadap keberlanjutan melalui inovasi, efisiensi, dan pengelolaan lingkungan. 

Komitmen tersebut didukung roadmap dekarbonisasi untuk mencapai target ENDC 2030 dan NZE 2060. Hingga 2025, Petrokimia Gresik berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca hampir 400 ribu ton CO₂e melalui berbagai program, seperti efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, penggunaan kembali CO₂, dan elektrifikasi peralatan operasional.

Baca Juga: Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Asam Sulfat dari PTFI

Dalam proyek CCU yang melibatkan Kementerian Perindustrian, Pupuk Indonesia, dan UWin, Petrokimia Gresik menyediakan lokasi serta fasilitas pendukung pengujian. Kolaborasi ini selanjutnya direncanakan mencakup pengujian teknologi pengurangan partikulat halus PM2.5 di unit pembangkit batu bara hingga Juli 2028, sebagai bagian dari upaya pengembangan teknologi pengelolaan emisi industri yang lebih ramah lingkungan.
 
“Keberlanjutan adalah bagian dari komitmen Petrokimia Gresik. Karena itu, kami mendukung kolaborasi ini dengan menyediakan lokasi dan fasilitas agar inovasi teknologi dapat diuji di lingkungan industri, sesuai peran perusahaan,” tutup Daconi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×