Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Petrokimia Gresik (Persero) terus mendorong transformasi hijau melalui efisiensi industri, penggunaan energi bersih, penguatan talenta, dan keberlanjutan pertanian. Salah satu inovasinya adalah GladiAgro yang menghubungkan transformasi industri dengan pemulihan kesehatan tanah dan peningkatan produktivitas petani.
Inovasi tersebut diperkenalkan dalam forum global saat Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menghadiri 2026 UN Private Sector Forum di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.
Forum yang mempertemukan sekitar 150 pemimpin dunia usaha, pemerintah, dan PBB itu membahas percepatan transisi menuju energi yang bersih, adil, dan aman. Daconi menjadi satu-satunya direktur utama dari Indonesia yang hadir.
Daconi juga menjadi pembicara dalam forum Global Talent for Sustainable Development di KJRI New York. Ia menekankan pentingnya kesiapan talenta Indonesia menghadapi pertumbuhan green jobs dan transformasi industri hijau.
Baca Juga: Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Asam Sulfat dari PTFI
Menurutnya, transformasi ekonomi hijau harus diikuti pengembangan sumber daya manusia, termasuk melalui reskilling, upskilling, pengalaman industri, dan kolaborasi lintas disiplin.
“Investasi teknologi perlu berjalan seiring dengan investasi pada talenta yang mampu merancang, mengoperasikan, dan mengembangkan teknologi hijau. Talenta Indonesia di luar negeri perlu membawa pengetahuan, pengalaman, dan jejaring global untuk berkontribusi bagi Indonesia,” kata Daconi dalam keterangan resminya dikutip, Jumat (25/9/2026).
Daconi menjelaskan, Petrokimia Gresik berperan di dua sisi transformasi. Di sisi hulu, perusahaan meningkatkan efisiensi dan menurunkan intensitas karbon industri pupuk dan kimia. Di sisi hilir, perusahaan mendukung produktivitas petani, kesehatan tanah, dan keberlanjutan pertanian melalui inovasi seperti GladiAgro.
GladiAgro dikembangkan untuk mengatasi penurunan kesehatan tanah. Dari 40.282 sampel tanah di 27 provinsi yang diuji sejak 2016, sebanyak 91,9% menunjukkan kandungan karbon organik rendah.
GladiAgro memanfaatkan Petro Gladiator sebagai dekomposer berbasis mikroba untuk mengolah limbah pertanian dan bahan organik menjadi nutrisi yang dikembalikan ke lahan guna meningkatkan bahan organik, memperbaiki struktur, dan memulihkan kesehatan tanah.
“Transformasi hijau kami tidak berhenti di gerbang pabrik, tetapi berlanjut sampai ke lahan pertanian. Di industri, kami harus membuat proses produksi semakin efisien dan rendah karbon. Di sektor pertanian, kami juga harus membantu petani menjaga kesehatan tanah, menggunakan input secara lebih tepat, dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan,” jelasnya.
Baca Juga: Lotte Chemical Berencana Lepas Aset Petrokimia di Indonesia
Daconi menekankan bahwa transformasi menuju industri rendah karbon harus diikuti perubahan kompetensi tenaga kerja. Kebutuhan talenta hijau semakin luas, mencakup bidang teknik, lingkungan, pertanian, digital, data, keuangan, dan bisnis, sehingga perlu didukung melalui reskilling, upskilling, pengalaman industri, serta kolaborasi lintas disiplin.
Penguatan talenta berjalan seiring dengan roadmap dekarbonisasi Petrokimia Gresik menuju Net Zero Emission (NZE) 2060. Pada 2030, perusahaan menargetkan penurunan emisi 30% dari skenario Business as Usual (BAU), melalui efisiensi energi, penggunaan energi lebih bersih, pemanfaatan energi terbarukan dan CO₂, serta pengembangan teknologi rendah karbon, termasuk rencana pengembangan green hydrogen untuk produksi hybrid green ammonia berkapasitas 250 MTPD.
Daconi menilai industri perlu turut membentuk talenta masa depan melalui pengembangan kompetensi dan kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, serta pemangku kepentingan agar transformasi hijau tidak hanya menekan emisi, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, dan membuka peluang bagi generasi mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














