kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.914   -4,00   -0,02%
  • IDX 6.010   -83,71   -1,37%
  • KOMPAS100 774   -11,05   -1,41%
  • LQ45 595   -6,85   -1,14%
  • ISSI 210   -3,11   -1,46%
  • IDX30 331   -3,02   -0,90%
  • IDXHIDIV20 425   -1,67   -0,39%
  • IDX80 88   -1,23   -1,37%
  • IDXV30 116   -0,49   -0,42%
  • IDXQ30 109   -0,59   -0,54%

PGEO Genjot Pengembangan Panas Bumi, Intensifkan Pengeboran Sumur 3 Wilayah Operasi


Senin, 12 Oktober 2026 / 09:48 WIB
PGEO Genjot Pengembangan Panas Bumi, Intensifkan Pengeboran Sumur 3 Wilayah Operasi
ILUSTRASI. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menggenjot pengeboran di sejumlah wilayah operasional untuk mengoptimalkan aset panas bumi. ?(Dok/PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) )


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau PGE (PGEO) menggenjot pengeboran di sejumlah wilayah operasional untuk mengoptimalkan pengembangan aset panas bumi. 

Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, Ahmad Yani menjelaskan, pengeboran menjadi salah satu langkah perusahaan dalam mengembangkan pemanfaatan energi panas bumi, baik untuk membuka potensi kapasitas baru maupun mengoptimalkan aset yang telah beroperasi.

Pada tahun ini, PGEO telah melakukan pengeboran sebanyak lima sumur di tiga wilayah operasional, yang mencakup pengeboran eksplorasi maupun make-up well. 

Kegiatan pengeboran sumur eksplorasi dilakukan melalui sumur GTG-B.1 proses pengeborannya sudah selesai pada 9 Juni 2026 di proyek Gunung Tiga. 

Baca Juga: Martina Berto (MBTO) Bidik Peluang di Industri Makloon Kosmetik, Kontribusi Capai 40%

Sementara itu, proses pengeboran sumur make-up well yaitu LMB 19-3 di Lumut Balai sudah diselesaikan pada 3 September 2026, sedangkan Sumur LMB-19.4 yang mulai dibor (spud in) pada 17 September 2026 dengan target kedalaman 2.500 meter. Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan potensi Lumut Balai Unit 3 yang ditargetkan berkapasitas 55 megawatt (MW).

Pada Wilayah Ulubelu, Tanggamus, Lampung dilakukan pengeboran make-up well melalui Sumur UBL-T.1 yang mulai dibor (spud in) pada 17 September 2026. 

Adapun di Area Lahendong, Sulawesi Utara, pengeboran dilakukan melalui Sumur TPS-P1.2 di Tompaso yang mulai dibor (spud in) pada 22 September 2026 dengan target kedalaman sekitar 2.300 meter dan potensi sekitar 8 MW.

Menurut Ahmad Yani, bagi pihaknya, menjaga produksi dan ketersediaan pasokan uap sama pentingnya dengan mengembangkan kapasitas baru. Untuk itu, PGEO terus menjaga keandalan aset panas bumi yang telah beroperasi, salah satunya pengeboran sumur penopang produksi (make-up well).

"Langkah ini merupakan bagian dari strategi kami untuk memastikan aset panas bumi dapat memberikan manfaat secara optimal dalam jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (12/10/2026).

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Pertamina Geothermal Energy, Edwil Suzandi menambahkan, kegiatan pengeboran memiliki peran penting dalam pengelolaan portofolio panas bumi perusahaan.

Baca Juga: BSDE dan MTLA Cermati Rencana Perluasan Rumah Subsidi

Melalui pengeboran eksplorasi dan make-up well, perusahaan membuka peluang untuk menemukan dan mengembangkan potensi panas bumi baru.

Sementara melalui pengeboran sumur make-up well, lanjut Edwil, PGEO menjaga ketersediaan uap untuk mendukung keandalan operasi pembangkit yang telah berjalan.

"Kedua pendekatan ini menjadi bagian dari reservoir & drilling management untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya panas bumi secara berkelanjutan," terangnya.

Dengan terus menjaga keandalan dan mengoptimalkan aset yang telah beroperasi, serta membuka peluang pengembangan kapasitas baru secara berkelanjutan, PGEO berupaya memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan energi dan percepatan transisi energi bersih di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×