kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.520.000   12.000   0,80%
  • USD/IDR 15.880   50,00   0,31%
  • IDX 7.196   54,65   0,77%
  • KOMPAS100 1.104   9,46   0,86%
  • LQ45 877   10,80   1,25%
  • ISSI 221   0,74   0,34%
  • IDX30 449   6,10   1,38%
  • IDXHIDIV20 540   5,33   1,00%
  • IDX80 127   1,26   1,00%
  • IDXV30 135   0,57   0,43%
  • IDXQ30 149   1,56   1,06%

Pindad resmi luncurkan ekskavator


Kamis, 10 September 2015 / 15:32 WIB
Pindad resmi luncurkan ekskavator


Sumber: Kompas.com | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pindad (Persero) meluncurkan produk baru yakni ekskavator. Sebelumnya, Pindad hanya memproduksi senjata dan alat utama sistem pertahanan (alutsista).

"Ekskavator ini bisa dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur. Banyak kebutuhan peralatan berat untuk pembangunan infrastruktur, tidak hanya di sektor pekerjaan umum tapi juga tempat lain," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat sambutan acara peluncuran Ekscava 200, di Kantor PT Pindad, Gatot Subroto, Bandung, Kamis (10/9).

Basuki mengatakan, ekskavator bisa digunakan untuk membangun jalan perbatasan. Menurut dia, membangun jalan di perbatasan cukup sulit. Pasalnya, hutan-hutan masih lebat dan untuk membangun jalan, hutan ini harus dibuka terlebih dahulu.

Basuki mencontohkan, kontraktor BUMN PT Wijaya Karya (Wika) tengah membuka jalan di wilayah hutan. Mendengar Pindad memproduksi ekskavator, Wika pun berminat untuk membelinya. "Kalau ada lima saja yang tersedia sudah dibawa pulang sekarang. Wika mau mengambil ekskavator ini untuk dibawa ke perbatasan," kata Basuki.

Dia menambahkan, saat ini, pemerintah tengah membuka hutan untuk jalan dengan total luas sekitar 700 kilometer. Untuk itu, pemerintah akan membeli minimal 500 unit ekskavator milik Pindad. Unit ekskavator ini akan didistribusikan kepada pemerintah kota/kabupaten seluruh Indonesia.

Sementara itu, menurut Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim, penyediaan ekskavator ini adalah upaya menyelesaikan tugas yang diberikan oleh negara melalui Kementerian PUPR. Tugas ini juga didukung Badan Perencanan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Kementerian Pertahanan Nasional.

"Kami mewujudkan kemandirian bagi Indonesia. Hal ini selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo yang mengharapkan Pindad memproduksi produk non-alutsista. Jadi dual use," kata Silmy.

Silmy menjelaskan, memproduksi alutsista adalah titik awal. Pindad terus didukung dalam memproduksi baik alutsista maupun non-alutsista. Menurut dia, Pindad bukan hanya entitas bisnis, tetapi juga BUMN yang punya tugas strategis untuk menghasilkan karya terbaik bagi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Working with GenAI : Promising Use Cases HOW TO CHOOSE THE RIGHT INVESTMENT BANKER : A Sell-Side Perspective

[X]
×