kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Platform Global Menguat, Kedaulatan Digital Negara Semakin Terdesak


Rabu, 19 November 2025 / 21:35 WIB
Platform Global Menguat, Kedaulatan Digital Negara Semakin Terdesak
ILUSTRASI. Pada era ini, berbagai sektor industri hampir tak bisa lepas dari teknologi cloud.


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Transformasi digital di kawasan Asia semakin menuntut kemandirian infrastruktur teknologi. Dorongan efisiensi biaya, kebutuhan cloud privat, hingga isu kedaulatan data membuat banyak negara mencari alternatif selain penyedia cloud global.

Tren ini membuka ruang bagi pemain teknologi. Salah satunya  Awanio. Perusahaan cloud enabler asal Indonesia itu mempercepat ekspansi setelah menandatangani kemitraan strategis dengan Techna-X Berhad dan PMBI Technology Sdn. Bhd. di Malaysia

Permintaan terhadap teknologi cloud privat, kebutuhan efisiensi biaya, serta dorongan kedaulatan digital di berbagai negara mendorong perusahaan ini mempercepat ekspansi lintas negara. 

"Awanio menjadi software yang mengelola berbagai perangkat komputasi. Mulai dari server hingga storage, sehingga seluruh aplikasi dan data dapat dijalankan secara terstruktur melalui cloud privat," kata CEO dan Co-founder Awanio Irfan Yuta Pratama, awal pekan ini

Baca Juga: Dorong Transformasi Hijau lewat Digitalisasi dan Teknologi Rendah Emisi

Kebutuhan tersebut semakin mendesak seiring meningkatnya perhatian negara-negara terhadap kedaulatan digital.  "Setiap negara kini membutuhkan kendali penuh atas data dan infrastruktur. Mereka ingin memastikan pengelolaan data dilakukan di dalam yurisdiksi mereka tanpa ketergantungan pada layanan cloud asing," jelasnya.

Ia menambahkan tren tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia. Belanda, Jerman, Swiss, dan Malaysia menunjukkan kekhawatiran serupa terhadap ketergantungan teknologi. Mereka mencari solusi yang dapat mendukung kemandirian digital dengan tingkat fleksibilitas yang lebih besar.

Malaysia menjadi mitra strategis penting karena kekuatan ekosistem teknologinya.  "Malaysia memiliki fondasi manufaktur perangkat keras yang kuat, namun memerlukan teknologi software untuk mengelola cloud privat. Kombinasi tersebut menciptakan peluang besar membangun kemandirian teknologi tingkat regional," terang dia.

Awanio juga mengembangkan fitur otomatisasi berbasis kecerdasan buatan. "Fitur ini akan menjadi komponen strategis untuk meningkatkan efisiensi dan performa data center di era komputasi AI," kata dia.

Dalam dua tahun terakhir, Awanio mencatat pertumbuhan pendapatan. Klaim Irfan, pertumbuhan dari 2023 ke 2024 mencapai sepuluh kali lipat. Dan tahun berikutnya diperkirakan berada pada kisaran sepuluh hingga dua puluh kali lipat.

Saat ini, Awanio telah digunakan oleh lebih dari 5.000 pengguna, termasuk kementerian, lembaga pemerintah, BUMN, sektor finansial, logistik, hingga operator data center. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×