Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan akan menyiapkan mekanisme kompensasi bagi pelanggan yang terdampak pemadaman listrik atau blackout di Batam dan Bintan, Kepulauan Riau.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar mengatakan, pemberian kompensasi mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk durasi pemadaman yang dialami pelanggan.
“Sesuai dengan peraturan yang ada, jika padamnya melebihi jumlah jam tertentu yang harus kami cek, ada mekanisme tersebut,” ujar Suroso di Istana Kepresidenan, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga: Blackout Batam, Rosan Minta PLN Sempurnakan Rencana Cadangan Hadapi Gangguan Listrik
Meski demikian, Suroso mengatakan prioritas PLN saat ini adalah memulihkan pasokan listrik kepada masyarakat yang terdampak.
Setelah proses pemulihan, PLN akan meninjau kondisi pemadaman untuk menentukan tindak lanjut terkait kompensasi.
“Akan kami review setelah ini. Pada detik ini kami belum melakukan review karena kami masih fokus pada recovery yang terjadi pada kemarin dan hari ini,” katanya.
Suroso menjelaskan, gangguan listrik di Batam terjadi akibat gangguan pada salah satu transformator.
Kejadian tersebut berdampak pada pelayanan listrik kepada masyarakat, sementara penyebab pasti gangguan masih ditelusuri oleh tim PLN.
“Sedang kami telusuri secara seksama dan kita tidak menutup kemungkinan berbagai alasan, mana yang harus kita improve,” ujar dia.
Adapun hingga Rabu (14/10/2026), Suroso menyebut pasokan listrik di Batam telah pulih sepenuhnya. Sementara itu, pemulihan di Bintan masih berlangsung untuk sebagian wilayah.
“Batam sudah pulih 100% dan Bintan sebagian menyusul,” katanya.
Baca Juga: PLN Batam Beri Kompensasi Pemadaman Listrik, Pelanggan Dapat Potongan Tagihan
Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengingatkan gangguan kelistrikan di wilayah pusat bisnis dan industri Batam berpotensi mengganggu daya saing ekonomi hingga keputusan investasi.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Erwin Aksa mengungkapkan, keandalan pasokan listrik kini bukan sekadar persoalan pelayanan publik semata.
Menurutnya, kepastian aliran listrik telah menjadi faktor yang sangat menentukan keberlanjutan operasional industri strategis serta daya saing daya pikat investasi di dalam negeri.
“Batam merupakan kawasan industri strategis yang memiliki keterkaitan erat dengan rantai pasok internasional, khususnya Singapura dan pasar ekspor lainnya. Karena itu, gangguan pasokan listrik di kawasan tersebut perlu mendapatkan perhatian serius," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (13/10/2026).
Erwin menjelaskan, dampak pemadaman listrik sangat signifikan terutama bagi sektor manufaktur yang menjalankan proses produksi secara berkesinambungan.
Baca Juga: PLN Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik Data Center hingga 25 GW pada 2034
Menurutnya, ketika pasokan listrik terhenti mendadak, mesin produksi berisiko rusak, bahan baku berpotensi mengalami kerusakan, hingga memicu keterlambatan jadwal pengiriman barang.
"Bagi industri yang berorientasi ekspor, gangguan tersebut berpotensi menimbulkan keterlambatan pengiriman, penalti kontrak, serta menurunkan kepercayaan pembeli internasional," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














