kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45902,56   -0,59   -0.07%
  • EMAS933.000 -0,64%
  • RD.SAHAM -0.23%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.08%

PLN tambah serapan 3 kargo LNG dan 70 MMSCFD gas bumi


Jumat, 26 Februari 2021 / 18:58 WIB
PLN tambah serapan 3 kargo LNG dan 70 MMSCFD gas bumi
ILUSTRASI. PLN menambah serapan 3 kargo LNG dan 70 MMSCFD gas bumi untuk keperluan pembangkit listrik.

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT PLN (Persero) menambah pasokan gas bumi melalui pipa maupun gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) untuk keperluan pembangkit listriknya. Dalam menambah pasokan tersebut, PLN telah bersinergi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Direktur Energy Primer PLN Rudy Hendra P. mengungkapkan, penambahan serapan gas tersebut dimulai pada triwulan I-2021 sebanyak 3 kargo LNG dari Kilang LNG Bontang. Selain itu, PLN juga menambah 70  juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas bumi melalui pipa yang berasal kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di Sumatera dan Jawa untuk dipasok ke pembangkit PLN.

"Ini merupakan langkah strategis untuk terus menjaga pemenuhan pasokan listrik bagi pelanggan sekaligus meningkatkan serapan gas bumi Nasional. SKK Migas juga telah mendukung penambahan serapan gas ini,” ungkap Rudy lewat keterangan tertulis, Jum'at (26/2).

Deputi Keuangan dan Monetisasi, SKK Migas, Arief S. Handoko Arief menambahkan, tambahan pasokan gas untuk kelistrikan ini merupakan bentuk sinergi antara KKKS dan BUMN. “Tidak mudah merealisasikan ini dalam waktu singkat. Terwujudnya tambahan pasokan ini membuktikan komitmen penuh semua pihak untuk membantu PLN,” kata Arief.

Baca Juga: Pemerintah dorong pemanfaatan gas bumi melalui infrastruktur terminal LNG

Dalam catatan Kontan.co.id, Rudy memproyeksikan, kebutuhan gas tahun ini bakal lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun lalu. Pada 2021, kebutuhan gas bumi maupun LNG diperkirakan di atas 400 triliun british thermal unit (TBTU).

Rudy bilang, kebutuhan gas akan bergantung pada perkembangan demand listrik. Meski tak menyebut secara detail, dia menyampikan bahwa serapan gas pada tahun lalu memang lebih mini, yakni di bawah 400 TBTU. Sebab, demand listrik juga anjlok sebagai dampak pandemi covid-19.

Lebih lanjut, Rudy menambahkan, PLN pun tengah menjalankan program gasifikasi untuk 55 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) untuk mengkonversi pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis High Speed Diesel (HSD) menjadi gas. Program ini sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 13 Tahun 2020.

Rudy berharap  program gasifikasi pembangkit ini bisa diakselerasi. Sebab, konversi BBM ke gas ini dapat meminimalkan ketergantungan konsumsi pembangkit PLN terhadap BBM, yang mana sebagian besar masih diadakan melalui impor.

"Ini untuk meningkatkan ketahanan energi nasional. Kami sangat berharap program gasifikasi bisa diakselerasi, baik untuk pembangkit yang sudah operasi maupun pembangkit yang saat ini dalam tahap konstruksi, agar bisa secara paralel disiapkan infrastruktur gasnya," imbuh Rudy.

 

Selanjutnya: Dorong bauran EBT, PLN laksanakan uji coba cofiring pada 26 PLTU

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Investasi Reksadana dan Saham (VIRTUAL) NEGOTIATION FOR EVERYONE Batch 2

[X]
×